Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapil) Tamako, Christipanus Tendeng memperlihatkan dokumen kependudukan milik warga yang hilang karena bencana alam, berupa banjir bandang dan tanah longsor baru-baru. Dokumen yang hilang akan diganti/dibuatkan baru oleh Dindukcapil.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapil) Tamako, Christipanus Tendeng memperlihatkan dokumen kependudukan milik warga yang hilang karena bencana alam, berupa banjir bandang dan tanah longsor baru-baru. Dokumen yang hilang akan diganti/dibuatkan baru oleh Dindukcapil.

Dokumen Hilang Karena Bencana Alam Akan Diganti Dindukcapil

TAHUNA, publikreport.com – Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapil) Tamako, Christipanus Tendeng mengatakan, dokumen yang hilang akibat bencana alam seperti banjir bandang dan tanah longsor baru-baru ini akan diganti. Buktinya, sekitar 18 warga Kampung Ulung Peliang (Upel), Kecamatan Tamako, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang dokumennya hilang akibat bencana alam baru-baru ini telah diterbitkan baru oleh Dindukcapil Sangihe.

“Saat ini sudah terbit 4 Kartu Keluarga (KK), 11 Akta Kelahiran dan 3 Akta Nikah dari warga Upel. Dan rencananya akan diserahkan hari Minggu ini di Gereja Upel,” jelas Christipanus saat ditemui di Kantor Kampung Lebo, Kecamatan Manganitu.

Penanganan administrasi kependudukan bagi warga korban bencana alam, Christipanus mengungkapkan, adalah sebagaimana instruksi Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, Jabes Ezar Gaghana kepada UPT Dindukcapil Tamako, yakni segera memfasilitasi masyarakat yang dokumen-dokumennya hilang saat bencana.

BACA JUGA: Tiga Orang Meninggal Dunia Akibat Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Sangihe

BACA JUGA: Pesan Kepala BNPB: Tanam dan Jangan Tebang Pohon Ketapang

BACA JUGA: Ratusan Juta Dibawa Kepala BNPB Bagi Korban Bencana Sangihe
BACA JUGA: Ini Para Pejabat yang Dilantik Jabes

Dokumen warga yang hilang karena bencana alam kami sedang memacu untuk menggantinya,” ujarnya.

UPT Dindukcapil Tamako, Christipanus mengungkapkan, membawahi wilayah Manganitu, yakni Kampung Sesiwung, Lebo dan Belengan.

“Di Kampung Lebo masih kami sementara mengambil data riil terkait dokumen yang hilang. Karena Kampung Lebo baru satu KK yang sudah kami terbitkan. Sementara lainnya masih menunggu data akurat,” terangnya.  | VEBE

Leave a Reply