Dua Anak Korban Eksploitasi Dipulangkan

Dua Anak Korban Eksploitasi Dipulangkan

KUPANG, publikreport.com – Dua anak berinisial YNN (17) dan YDN (17), asal Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), korban eksploitasi ekonomi, berhasil dipulang Unit Pelaksanaan Teknis Dinas Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD P2TP2A) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) bersama dengan Tim Gabungan Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Polrestabes (Kepolisian Resort Kota Besar) Medan, dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinPPPA) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ini merupakan hasil kerjasama dari berbagai pihak utamanya Dinas PPPA Provinsi Sumut dan Polrestabes Medan yang telah bekerja keras untuk melindungi anak dari korban dugaan eksploitasi pekerja anak. Saya memberikan apresiasi kepada mereka khususnya yang mengantar kedua anak ini pulang ke NTT dengan selamat. Semoga ini dapat menjadi contoh dan memotivasi daerah lainnya untuk berlomba-lomba melindungi anak dari segala bentuk kekerasan dan eksploitasi,” kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga, Rabu 01 Juli 2020.

Upaya perlindungan anak dari eksploitasi ekonomi, Bintang menegaskan, harus terus dilakukan.

Saya titip kepada Dinas PPPA Provinsi NTT untuk melakukan pemantauan terhadap kasus ini hingga selesai. Selain itu, agar tidak terulang lagi kasus serupa perlu ada pendalaman dan penyelidikan kasus bekerjasama dengan pihak terkait untuk memutus mata rantai eksploitasi ekonomi di NTT,” ujarnya.

Kepala Dinas PPPA Provinsi NTT, Sylvia R Peku Djawang mengatakan, awal mula terungkapnya kasus ini dari pelaporan berita kehilangan anak dari orang tua YNN ke P2TP2A Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) yang kemudian ditindaklanjuti oleh Dinas PPPA Provinsi NTT. Sebulan kemudian setelah berita kehilangan, YNN menghubungi orangtuanya dan mengabarkan bahwa ia berada di Medan untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

Saat menerima kabar ini, kami Dinas PPPA Provinsi NTT langsung berkoordinasi dan meminta bantuan Dinas PPPA Provinsi Sumut. Setelah menjalani proses yang panjang akhirnya UPTD P2TP2A Provinsi Sumut bekerjasama dengan Tim Gabungan Unit PPA Polrestabes Medan berhasil memulangkan kedua anak korban dugaan eksploitasi tenaga kerja anak,“ jelasnya.

Dalam kasus ini, Sylvia menuturkan, kedua anak tersebut kembali dalam keadaan yang baik dan sehat, akan tetapi yang menjadi fokus utama pihaknya adalah kondisi dimana usia anak tersebut masih dibawah umur dan jaringan pencari kerja yang ilegal dan bisa mengarah pada Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Setibanya kedua anak tersebut di Kupang, kami langsung melaksanakan serah terima dari P2TP2A Provinsi Sumut kepada kami. Kemudian dari kami kepada keluarga mereka masing-masing yang difasilitasi oleh Dinas PPPA Kabupaten TTS. Kami juga melakukan serangkaian pemeriksaan dan pendalaman kasus yang dibantu oleh pihak berwajib dan melakukan konseling atau bimbingan oleh psikolog kami. Kami berharap dengan bantuan dari pihak kepolisian yang sedang menyelidiki kasus ini dapat terungkap pihak yang mengirim anak-anak ini untuk dipekerjakan sehingga kedepannya tidak terjadi lagi kasus serupa,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan