You are currently viewing Dua Anak Korban Eksploitasi Dipulangkan

Dua Anak Korban Eksploitasi Dipulangkan

Sementara itu Kepala Seksi Pelayanan UPTD P2TP2A Provinsi Sumut, Widya Susanti mengatakan setelah pihaknya menerima laporan kehilangan anak dari Dinas PPPA Provinsi NTT, mereka langsung meminta bantuan Polretabes Medan untuk melakukan penjemputan anak di alamat majikannya.

Setelah kami berhasil menjemput anak tersebut, kami membawanya ke Polres (Kepolisian Sektor) untuk penyelidikan kasus lalu kami amankan di rumah aman dengan tetap menjalankan protokol kesehatan Covid-19 (Coronavirus Disease 2019). Setelah kurang lebih dua minggu kami melakukan koordinasi untuk prosedur pemulangan kedua anak tersebut, akhirnya kami berhasil memulangkan mereka dengan bantuan dari Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) untuk memfasilitasi pemulangan mereka,” ujarnya.

Proses pemulangan kedua anak tersebut, Widya melanjutkan, tidak mudah karena korban menolak untuk dipulangkan.

Awalnya anak menolak untuk diajak pulang dengan alasan sudah nyaman bekerja, namun kami menyakinkan mereka hingga akhirnya mau dipulangkan ke daerah asal mereka. Selain itu, kami juga kesulitan memfasilitasi kepulangan mereka ke daerah asal. Kami berharap kedepannya akan lebih banyak lagi program dan kegiatan sosialisasi usia minimal untuk bekerja dan memberikan pemahaman kepada orangtua juga anak bahwa ketika masih usia anak mereka tidak boleh bekerja. Salah satunya bisa memanfaatkan penguatan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di daerah untuk melakukan advokasi dan sosialisasi terkait pekerja anak,” terangnya.

Salah satu korban, YNN menuturkan ia menyesal sudah pergi dari rumah untuk bekerja tanpa izin orangtua dan ia menjadikan ini sebagai pelajaran berharga.

Awalnya aku diajak teman yang sedang bekerja di Medan dari Facebook untuk ikut dia bekerja juga. Karena tidak tahu, akhirnya aku pergi dan tidak bilang orang tua karena takut tidak diberi izin. Aku pikir nekat pergi bekerja saat libur sekolah karena Covid-19 bisa membantu orangtua tapi ternyata aku salah dan menyesal tidak bilang sama orang tua. Sekarang saya baru tahu, bekerja harus minta ijin dan umur harus sesuai dengan undang-undang yaitu 18 tahun. Aku sekarang mau belajar dan sekolah dulu baru nanti bekerja kalau sudah cukup umurnya,” ucapnya. | DORANG

Leave a Reply