Ilustrasi.
Ilustrasi.

Dua Pemalsu Tandatangan Ditahan

HUKUM

KOTAMOBAGU, publikreport.com – AG alias War dan F alias Fua, dua orang terduga pemalsu tandatangan, Kamis 11 Januari 2018, ditahan Kepolisian Resort (Polres) Bolaang Mongondow (Bolmong). Keduanya ditahan karena diduga memalsukan tandatangan terkait dukungan kepada salah satu pasangan calon kepala daerah perseorangan untuk kepentingan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada)  Kota Kotamobagu

“AG dan F resmi kita tahan,” kata Kepala Satuan (Kasat) Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Bolmong, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Hanny Lukas.

Sebelumnya, Hanny menjelaskan, keduanya telah diperiksa Tim Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu). Dari hasil pemeriksaan, keduanya melakukan penandatanganan surat keterangan saat pengumpulan copian Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“Harusnya usai pengumpulan KTP, surat pernyataan dukungan ditandatamgani oleh warga pemilik KTP,” jelasnya.

BACA JUGA: Jerat Hukum Untuk Pelaku Pemalsuan Tanda Tangan

BACA JUGA: Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan, Kasat: Kita Proses…

BACA JUGA: BKPP: Pemalsu Tandatangan Bupati, Oknum ASN Perempuan

BACA JUGA: Bupati Yasti Mengaku Tak Punya Akun Facebook

Dari pemeriksaan, penyidik mendapati dua alat bukti, yakni formulir B1 KWK yang adalah formulir dukungan dan keterangan saksi.

Kedua tersangka merupakan LO (Liason Officer) yang mengumpulkan kopian KTP warga di Kelurahan Matali Kecamatan Kotamobagu Timur dan Mogolaing Kecamatan Kotamobagu Barat.

Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kotamobagu, Musly Mokoginta mengatakan kasus tersebut bermula dari laporan masyarakat. Menerima laporan Panwaslu kemudian langsung melakukan pemeriksaan dan melimpahkan ke Gakumdu.

“Tidak ada intervensi dari pihak manapun. Seluruh proses ini sesuai dengan regulasi yang berlaku,” tegasnya. TOTABUAN.co

Leave a Reply