Dua Perempuan Indonesia Ini Torehkan Prestasi di APEC WEF 2019
Sara Dhewanto, Pendiri Aplikasi DuitHape dan Esw Ahymsha dari PT Hymsa Indotraco Cirebon berhasil meraih prestasi pada Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) Women and the Economy Forum (WEF) 2019 di La Serena, Chile, 30 September-05 Oktober 2019.

Dua Perempuan Indonesia Ini Torehkan Prestasi di APEC WEF 2019

EKONOMI & BISNIS

JAKARTA, publikreport.com – Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) Women and the Economy Forum (WEF) 2019 di La Serena, Chile, 30 September-05 Oktober 2019, dua perempuan pengusaha Indonesia berhasil menorehkan prestasi. Keduanya, yakni Sara Dhewanto dan Esw Ahymsha dari PT Hymsa Indotraca Cirebon.

Sara pendiri aplikasi DuitHape memenangkan kompetisi WEF STEM Global Innovation through Science and Technology (GIST) Catalyst Pitch Competition dan mengalahkan peserta dari ekonomi APEC lainnya. Dan Esw meraih penghargaan kategori ‘International Attractiveness’ pada kompetisi APEC BEST AWARD yang diselenggarakan oleh Rusia. Kedua kompetisi tersebut dilaksanakan sebagai side event dari penyelenggaraan APEC WEF 2019.

DuitHape, Sara Dhewanto menjelaskan, adalah aplikasi pembayaran secara digital bagi seseorang yang tidak memiliki rekening bank dan berfokus pada pendistribusian dana bantuan. Aplikasi ini dibangunnya berdasarkan pengalaman yang didapat dalam karirnya, terutama ketika menjabat sebagai Direktur Keuangan Millenium Challenge Account – Indonesia (MCA-I), yang bertugas menyalurkan dana hibah sebesar USD 600 juta dari Pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia.

Saya harus membagikan dana bantuan tersebut kepada para ibu di desa terpencil seluruh Indonesia. Tapi karena sebagian besar masyarat Indonesia tidak memiliki rekening bank, akhirnya satu-satunya cara yang bisa saya lakukan adalah membawa uang tunai dalam tas ke daerah-daerah dan membagikannya secara langsung, dengan banyak sekali risiko yang muncul. Akhirnya, saya memutuskan untuk keluar dari MCA-I dan bersama suami mendirikan PT Virtual Online Exchange dan meluncurkan aplikasi Duithape dengan tujuan utama untuk memberikan kemudahan bertransaksi bagi yang tidak memiliki rekening bank dan menyalurkan dana bantuan,” jelas Sara sebagaimana siaran pers Bagian Publikasi dan Media Kementerian PPPA yang diterima publikreport.com, Rabu 09 Oktober 2019.

Dari pengalaman ini, Sara juga mempelajari ternyata di Indonesia, orang dewasa yang mempunyai rekening bank masih sangat sedikit. Berdasarkan laporan Financial Inclusion Insight yang dikeluarkan USAID pada 2015, 76 persen orang dewasa di Indonesia tidak memiliki akun bank. Hal ini yang menyulitkan pembayaran apapun kepada kalangan masyarakat yang tidak memiliki rekening bank serta mempersulit pemerataan kesejahteraan di Indonesia. Hingga saat ini, aplikasi Duithape telah bekerjasama dengan pemerintah dan Dompet Dhuafa dalam menyalurkan dana bantuan secara masif, efektif, terkontrol, dan dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

Keberadaan pengusaha-pengusaha muda perempuan yang tangguh sangat dibutuhkan. Sebuah riset menunjukkan perusahaan teknologi yang pendirinya perempuan memberikan pengembalian investasi/ROI 35 persen lebih tinggi karena lebih efisien dalam penggunaan dana. Selain itu memberikan pemasukan dua kali lipat lebih besar dari pendiri laki-laki. Tapi sayangnya, masih banyak investor yang belum menyadari hal ini sehingga investasi kepada pendiri perempuan hanya menerima kurang dari 2 persen investasi startup,” terangnya.