Proses eksekusi tanah di Desa Maen, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Rabu 09 Oktober 2019, nyaris berlangsung ricuh, karena kubu tergugat dan penggugat sama-sama menyatakan memilki bukti kepemilikan tanah.
Proses eksekusi tanah di Desa Maen, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Rabu 09 Oktober 2019, nyaris berlangsung ricuh, karena kubu tergugat dan penggugat sama-sama menyatakan memilki bukti kepemilikan tanah.

Eksekusi Lahan Nyaris Ricuh

AIRMADIDI, publikreport.com – Pemerintah Kecamatan Likupang Timur dan Kepolisian Sektor (Polsek) Likupang, Rabu 09 Oktober 2019, melaksanakan eksekusi tanah di Desa Maen, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Eksekusi lahan nyaris ricuh karena antara kubu tergugat, Voni Magonta dan kubu pihak penggugat Wangania Moniaga menyatakan kepemilikan lahan tersebut. Pihak yang bersengketa ini adalah kakak-beradik yang memperebutkan lahan peninggalan orang tua.

Eksekusi lahan dilaksanakan berdasarkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Airmadidi melalui Berita Acara Pelaksanaan Eksekusi Perdata Nomor: 75/Pdt.G/2012/PN.Amd Jo Pengadilan Tinggi (PT) Manado tanggal 5 Juni 2014, No 2314 K/Pdt/2013 Jo Peninjauan Kembali (PK) tanggal 05 Oktober 2016 Nomor: 114/Pdt/2016.

“Kami dari pemerintah desa didampingi Polsek Likupang hanya melaksanakan surat eksekusi berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Airmadidi,” kata Hukum Tua (Kumtua) Desa Maen, Enola Kaunang.

Sengketa lahan ini, menurut Enola, telah bergulir sejak tahun 2012 hingga sampai saat ini. Bahkan kasus ini sudah dua kali diputuskan oleh Mahkamah Agung (MA) setelah adanya permintaan Peninjauan Kembali oleh pihak tergugat. Juga pernah dibacakan surat penetapan eksekusi oleh Ketua Pengadilan Negeri Airmadidi tanggal 10 April 2018 No 75/Pdt.G/2012/PN.Amd.

BACA JUGA: Keputusan Pengadilan, Pemkab Minut Harus Bayar Rp30 Miliar

Leave a Reply