Orang lelaki pengguna sabu, masing-masing berinisial AC (30), DB (39), AP (28), NL (46), KI (20) dan RP (35) merupakan warga Kecamatan Kema, Kabupaten Minut, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), ditangkap Tim gabungan Kepolisian Resort (Polres) Minut dan Kepolisian Sektor (Polsek) Kema,
Orang lelaki pengguna sabu, masing-masing berinisial AC (30), DB (39), AP (28), NL (46), KI (20) dan RP (35) merupakan warga Kecamatan Kema, Kabupaten Minut, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), ditangkap Tim gabungan Kepolisian Resort (Polres) Minut dan Kepolisian Sektor (Polsek) Kema,

Enam Orang Pengguna Sabu Ditangkap

KRIMINALITAS

AIRMADIDI, publikreport.com – Tim gabungan Kepolisian Resort (Polres) Minut dan Kepolisian Sektor (Polsek) Kema, menangkap enam orang pengguna narkotika jenis sabu. Keenam orang tersebut masing-masing berinisial AC (30), DB (39), AP (28), NL (46), KI (20) dan RP (35) merupakan warga Kecamatan Kema, Kabupaten Minut, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Mereka ditangkap pada 20 September 2019,” kata Kepala Satuan (Kasat) Narkoba (Narkotika dan Obat-obatan terlarang) Polres Minut, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Hilman Mutalip pada konferensi pers, Senin 01 Oktober 2019 di Mapolres Minut.

Kronologi penangkapan kasus sabu antar provinsi ini, Hilman mengatakan, awalnya berdasarkan informasi masyarakat pada Juni 2019 yang kemudian ditindaklanjuti dengan penyidikan di lapangan. Dari penyelidikan dan pengembangan Juni 2019, para tersangka sempat melarikan diri dari penangkapan Satuan Reserse Narkoba Polres Minut. Namun pada tanggal 20 September 2019 sekitar pukul 00.00 WITA, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kema, Inspektur Satu (Iptu) Iptu Hendrik Rantung menelpon Kasat Narkoba mengenai penangkapan 6 tersangka yang diduga sedang melakukan pesta Narkoba di salah satu rumah kayu yang kosong di Desa Kema.

Dari tangan para tersangka juga ikut diamankan alat bukti berupa alat hisap dan shabu berbagai ukuran yakni 0,29 gram, 0,3 gram, 0,29 gram dan 0,35 gram.

“Pelaku sudah ditahan sebanyak enam orang. Dimana tiga diantaranya nelayan dan tiga lainnya merupakan pegawai swasta,” ungkapnya.

Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Minut, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Jefry Ronald Siagian mengatakan, berdasarkan pengakuan pelaku, shabu ini berasal dari Sumatera Utara (Sumut) yang dikirimkan lewat jasa pengiriman barang. Akibat perbuatan mengedarkan obat berbahaya, mereka terancam hukuman penjara sesuai Undang-Undang (UU) Narkotika Nomor 35 Tahun 2009.

“Kasus ini akan diproses guna mengetahui tersangka lainnya,” tegasnya. | GLENLY B

Leave a Reply