Evaluasi Pemilu, Bolmong Dinilai Zona Merah
Ilustrasi.

Evaluasi Pemilu, Bolmong Dinilai Zona Merah

POLITIK

MANADO, publikreport.com – Dari 15 kabupaten/kota yang ada di Sulut, menurut Sekretaris Devisi Hak Politik dan Pemilu, Lembaga Kajian Pacific Frontieer, Andriansyah Katili, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) tercatat sebagai wilayah merah atau daerah yang paling parah dalam soal pelanggaran Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2019. Ini dibuktikan dengan adanya laporan dan temuan, misalnya oknum camat dan kepala dinas yang diduga kuat terlibat atau berpihak ke salah satu peserta Pemilu.

Terkait netralitas ASN ini, Andriansyah Katili melanjutkan, pada 10 Desember 2018 lalu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI telah merilis jumlah kasus dan tercatat Sulut sebagai daerah peringkat pertama yang paling banyak terjadi kasus ketidaknetralan ASN.

BACA JUGA: Warga: Bawaslu Tak Berbuat Apa-apa
BACA JUGA: APK Caleg Masih Terpasang

Bentuk pelanggaran ini terindikasi kuat dilakukan dengan cara Terstruktur, Sistematis dan Massif (TSM). Bahkan indikasi ketidaknetralan ini sudah sejak awal tahapan Pemilu dan melibatkan jajaran pimpinan pemerintahan di wilayah terkait. Begitu pula keterlibatan oknum kepala dinas yang menjadi saksi pada salah satu calon legislatif pada saat berlangsungnya perhitungan suara tingkat TPS (Tempat Pemungutan Suara),” beber Andriansyah pada konferensi pers, Sabtu 27 April 2019.

BACA JUGA: Pemilu 2019 Dinilai Masih ‘Cacat’.

Tinggalkan Balasan