PUBLIKREPORT.com

Fasilitas Uji Pemeriksaan Covid-19 Diperbanyak

Achmad Yurianto, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19.

Kuncinya bukan seberapa banyak rumah sakit yang disiapkan, seberapa banyak laboratorium dan peralatan yang disiapkan, tetapi seberapa banyak peran kita semua mencegah jangan sampai terjadi penularan karena ini penting”

Achmad Yurianto, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19.

JAKARTA, publikreport.com – Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto menyatakan, Pemerintah Indonesia akan memperbanyak fasilitas uji pemeriksaan Covid-19 (Coronavirus Disease 2019) sebagai salah satu cara untuk menemukan dan mengungkap penyebaran virus SARS-CoV-2. Sehingga upaya pencegahan dapat dilakukan secara maksimal. Menurut data hingga saat ini sudah ada 48 laboratorium yang beroperasi dengan kapasitas masing-masing dan telah memeriksa sebanyak 7.924 spesimen Covid-19 dari 32 Provinsi, termasuk di dalamnya 120 kabupaten/kota.

Kita akan perbanyak lagi fasilitas penguji untuk pemeriksaan Covid-19. Seperti diketahui sudah ada 48 laboratorium yang beroperasi, tentunya dengan kapasitas masing-masing,” ujar Achmad pada konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta, Jumat 03 April 2020.

Selain itu, menurut Achmad, pemerintah juga akan menambah fasilitas penguji dengan mengaktifkan beberapa alat diagnostik yang digunakan untuk pemeriksaan TBC (Tuberkulosis). Alat pemeriksaan TBC tersebut secara teknologi bisa dikonversi untuk pemeriksan Covid-19.

Ini cukup banyak alatnya dan tersebar di sejumlah wilayah di tanah air. Namun masih dibutuhkan beberapa konversi dari mesin dan beberapa pengaturan. Kita akan bekerja keras untuk mengejar ini semua,” katanya.

Distribusikan APD

Alat Pelindung Diri (APD) kembali didistribusikan ke berbagai wilayah di seluruh Indonesia.

Kami telah mendistribusikan ke seluruh jajaran rumah sakit yang memberi layanan perawatan Covid-19. Telah dikirim dan diterima tambahan 85.000 unit APD” kata Achmad Yurianto.

Pemerintah Pusat juga menyalurkan 55.000 unit tambahan APD ke Jawa Barat (Jabar), 25.000 unit APD ke Jawa Timur (Jatim), 20.000 unit ke Jawa Tengah (Jateng), 12.500 unit ke Bali, 10.000 ke DI (Daerah Istimewa) Yogyakarta, 10.000 ke Banten, dan lebih dari 5.000 ke daerah di luar Jawa dan Bali. Sehingga ada lebih dari 300.000 unit APD yang telah disalurkan pemerintah pusat ke rumah sakit di seluruh wilayah Indonesia.

Pemerintah, Achmad mengungkapkan, akan terus berupaya mencari dan mengirim bantuan alat pelindung diri ke seluruh provinsi di tanah air untuk memenuhi kebutuhan di daerah.

Ini jumlah yang belum mencukupi apabila dihadapkan dengan perkembangan kasus yang terus berjalan. Angka ini bukan angka yang dianggap cukup dan berhenti, karena kami akan terus mengirim lebih lanjut,” ujarnya.

Achmad mengingatkan, banyaknya fasilitas kesehatan dari rumah sakit, tenaga medis hingga APD dan perlengkapan yang tersedia untuk penanganan Covid-19 akan menjadi sia-sia, jika masyarakat tidak ikut berpartisipasi mencegah penularan virus.

Kuncinya bukan seberapa banyak rumah sakit yang disiapkan, seberapa banyak laboratorium dan peralatan yang disiapkan, tetapi seberapa banyak peran kita semua mencegah jangan sampai terjadi penularan karena ini penting,” pesannya.

Pemerintah menganjurkan kepada masyarakat agar tetap berada di rumah, menjaga jarak 1,5-2 meter dengan orang lain, serta rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Mari kita putus rantai kontak langsung dengan penderita positif, jaga jarak dalam berkomunikasi sosial dengan siapapun, hindari kontak langsung dengan siapapun, dan hindari tempat-tempat penuh sesak dan tempat berkumpul,” imbaunya.

Kemampuan dan kapasitas Indonesia produksi APD penanganan Covid-19 dipastikan tercukupi

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menyampaikan bahwa pihaknya bekerja sama dengan WHO (World Healt Organization) Indonesia, Kemenkes (Kementerian Kesehatan), Kemenperin (Kementerian Perindustrian), Asosiasi Pertekstilan, Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia, Perhimpunan Pengendalian Infeksi Indonesia dan ahli teknik kimia ITB (Institut Teknologi Bandung) untuk menentukan standar dan pemenuhan APD.

Wiku Adisasmito, Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Dikatakan Wiku, bahwa APD, khususnya gaun, dalam negeri selama ini tergantung dari impor dan jumlah terbatas untuk kebutuan Indonesia. Seputar bahan APD gaun selama ini hanya digunakan sekali pakai.

Kami telah menemukan bahwa bahan baku pengganti yang sesuai dengan standar WHO cukup melimpah di Indonesia. Bahan baku tersebut di produksi oleh industri tekstil dalam negeri,” kata Wiku yang juga Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI).

Bahan baku pengganti itu yaitu polyurethane dan polyester yang bisa digunakan berulang dengan proses pencucian secara benar. Bahan tersebut dapat digunakan juga untuk pembuatan tipe baju gaun medis.

Pertama, jenis gaun terusan. Kedua, jenis jumpsuit coverall,” jelasnya.

Terkait dengan kapasitas produksi APD Nasional, ada sekitar 1,7 juta per bulan dengan bahan baku pengganti tersebut. Di samping itu, produksi APD saat ini didukung oleh paling sedikit 31 perusahaan tekstil dan 2.900 industri garmen nasional.

Sementara itu, aturan perizinan produksi telah direlaksasi dan disepakati oleh Kementerian Perindustrian, Kementerian Kesehatan dan Badan Koordinasi Penanaman Modal. Seluruh produksi nantinya dipastikan untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri sehingga seluruh tenaga medis dapat terlindungi demi keselamatan dan keamanan mereka. (Covid19.go.id)

BACA JUGA: RSUD Anugerah Tomohon Dianggap Belum Memenuhi Syarat RS Rujukan Covid-19

 

DORANG

Read Previous

Hadapi Covid-19, Kak Seto Dorong Orang Tua Terapkan GEMBIRA

Read Next

Disinfektan Alami Ampuh Tangkal Virus Corona

Leave a Reply