You are currently viewing Felly Anjurkan Anggaran Infrastruktur Dialihkan Tangani Covid-19
Felly Runtuwene

Felly Anjurkan Anggaran Infrastruktur Dialihkan Tangani Covid-19

MANADO, publikreport.com – Politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Felly Estelita Runtuwene berharap minimal 10-15 persen dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) atau minimal Rp250 triliun dikucurkan bagi daerah-daerah yang tingkat kasus Covid-19 (Coronavirus Disease 2019) sangat tinggi. Anjuran ini disampaikannya, karena melihat total APBN yang berjumlah Rp2.540 triliun.

Jumlah korban meninggal akibat Covid-19 sudah lebih dari 100 orang. Padahal kasus positifnya ada di angka 1.000 lebih. Death ratenya berarti 8,8 persen. Ini menjadi angka tertinggi di Asia dan nomor dua di dunia, yang terjadi setiap hari. Berarti ada yang salah atau belum on the track dalam penanganannya,” beber Felly yang merupakan wakil rakyat Sulawesi Utara (Sulut) di DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) RI, sebagi Ketua Komisi IX.

Kepada pemerintah, Felly mendesak untuk menahan anggaran pembangunan infrastruktur dan dialihkan ke penanganan Covid-19.

Komisi IX sangat memahami keadaan pemerintah saat ini. Tapi tidak ada jalan lain, selain fokus anggaran ke Covid-19. Untuk pembangunan fisik, infrastruktur sebaiknya di-hold dulu. Realokasikan ke Covid-19,” sarannya.

Dengan anggaran sebesar Rp250 triliun, Felly mengatakan, dapat digunakan untuk pembangunan dan penambahan infrastruktur laboratorium Covid-19 yang memadai di seluruh provinsi di Indonesia, khususnya di rumah-rumah sakit rujukan.

Untuk menekan penyebaran Covid-19 di Indonesia yang sudah mencapai delapan persen, kita harus memiliki infrastruktur laboratorium yang memadai dengan alat-alat yang berstandar WHO (World Health Organization),” katanya.

BACA JUGA: Felly Runtuwene Gunakan Uang Pribadi Beli APD dan Masker

Angka 8 persen pandemi Covid-19 di Indonesia, menurut Felly, menunjukkan lemahnya penanganan Covid-19 dalam dua sisi, yakni perlindungan dan pelayanan terhadap warga negara. Terlebih, perlindungan terhadap para tenaga medis.

Kita harus fokus bereskan Covid-19 dulu. Guna apa pembangunan maju, tapi generasi bangsa kita tewas karena virus ini. Jika virus ini beres, baru bicarakan pembangunan,” tegasnya.

Leave a Reply