Ilustrasi.
Ilustrasi.

Formasi Guru Terbanyak dari 707.622 Formasi CASN 2021

JAKARTA, PUBLIKREPORTcom – Per 13 Juni 2021, pemerintah telah menetapkan kebutuhan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) sebanyak 707.622 formasi. Formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Guru menjadi paling banyak dengan jumlah 531.076. Kemudian PPPK Non Guru sebanyak 20.960 formasi dan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sebanyak 80.961.

“Di tahun 2021, pengadaan PNS dan PPPK JF (Jabatan Fungsional) bisa diikuti oleh instansi pusat dan daerah. Sementara pengadaan PPPK JF Guru diperuntukkan khusus bagi instansi daerah,” jelas Pelaksana Tugas Asisten Deputi Perencanaan dan Pengadaan Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Katmoko Ari Sambodo, secara virtual, Senin 14 Juni 2021.

Tahun 2021 ini, Ari mengatakan, pemerintah kembali menetapkan kebutuhan CPNS menjadi dua, yaitu formasi umum dan formasi khusus. Formasi khusus dialokasikan bagi putera/puteri lulusan terbaik berpredikat dengan pujian/cumlaude, penyandang disabilitas, diaspora dan putera-puteri Papua serta Papua Barat.

Seleksi CPNS ini, Ari menjelaskan, dipersyaratkan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) dengan batas usia minimal 18 tahun dan maksimal 35 tahun pada saat melamar. Namun, ada beberapa jabatan CPNS yang dapat dilamar dengan batas usia paling tinggi 40 tahun saat pelamaran, seperti dokter dan dokter gigi dengan kualifikasi pendidikan dokter spesialis dan dokter gigi spesialis, dokter pendidik klinis, dosen, peneliti dan perekayasa dengan kualifikasi pendidikan Strata 3 (Doktor).

Karena rekrutmen CPNS, PPPK JF, dan PPPK Guru dilaksanakan bersamaan pada tahun ini, Ari menuturkan, sehingga jumlah potensi pendaftarnya cukup besar. Oleh karena itu, calon pelamar diwajibkan hanya bisa mendaftar pada 1 instansi, 1 jenis kebutuhan, dan 1 jabatan pada tahun anggaran yang sama.

“Para peserta harus mempertimbangkan baik-baik sejak awal apa yang ingin dia lamar. Karena pada prinsipnya tidak bisa lagi menggantinya ketika sudah menetapkan pelamaran pada suatu tempat,” pesannya.

Untuk pelamar formasi cumlaude, Ari melanjutkan, wajib memiliki jenjang pendidikan minimal Sarjana, tidak termasuk Diploma IV (D-IV). Hal ini perlu diperhatian mengingat tahun lalu masih banyak kesalahan yang mengalokasikan untuk D-IV.

Khusus penyandang disabilitas, Ari menjelaskan, bisa melamar di formasi umum atau formasi khusus lainnya, selain formasi penyandang disabilitas.

“Diberikan kesempatan seluas-luasnya apabila memang memiliki kualifikasi, kompetensi, dan sesuai dengan persyaratan jabatan,” ungkapnya.

Rekrutmen CPNS ini, Ari menyatakan, terdiri dari tiga tahapan seleksi, yaitu Seleksi Administrasi, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). SKD dan SKB menggunakan Computer Assisted Test (CAT) Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Pelamar yang mengundurkan diri setelah dinyatakan lulus tahap akhir seleksi dan telah mendapat persetujuan Nomor Induk Pegawai dari Kepala BKN, Ari mengingatkan, akan diberikan sanksi tidak boleh melamar pada penerimaan ASN untuk satu periode berikutnya. Demikian juga yang sudah melamar dan lulus tahun lalu namun mengundurkan diri, yang bersangkutan tidak bisa melamar di tahun ini. | DORANG

Leave a Reply