PUBLIKREPORT.com

Gaya Hidup di Tengah Pandemi Covid-19

Fashion dan Padu Padan Masker

Fashion dunia justru manjadi bangkit ketika pandemi wabah corona. Karena ada celah perkembanan fashion dunia dengan memadupadankan masker yang dipakai untuk menghalau virus corona.

Di berbagai negara, masker menjadi salah satu keperluan utama pada masa pandemi virus corona. Kini masker tak hanya menjadi pelindung diri dari Covid-19. Trik padu padan masker dengan busana menjadi tren ‘fashion’ terkini.

“Semua orang sedang mengikuti [tren], termasuk para desainer. Ini [padu padan masker dengan busana] adalah pernyataan fashion yang diperlukan sekarang,” kata Angel Obasi, pengelola akun Instagram Styleconnaisseur.

Obasi mengunggah foto-foto padu-padan masker dengan busana yang dia kenakan saat pernikahan melalui aplikasi Zoom di tengah wabah Covid-19. Lebih dari 100.000 orang menyukai foto busananya yang dia unggah ke Twitter.

Dia mengatakan kepada BBC bahwa dirinya telah mengenakan masker tersebut beberapa kali karena masker itu “paling cocok dengan gaya saya dan tentu saja untuk menjaga keamanan”.

Kisah perempuan difabel di Yogyakarta ciptakan masker transparan untuk tunarungu Kisah orang-orang melawan pandemi Flu Spanyol tahun 1918: Menyantap bubur hangat, mengenakan masker, dan menghirup udara segar Mengapa ada negara yang warganya mengenakan masker dan ada yang tidak?

Obasi bukan satu-satunya orang yang memastikan dirinya tetap aman sekaligus mengikuti mode. Sejumlah figur ternama juga mulai memadumadankan masker dengan busana mereka.

Ketua DPR Amerika Serikat, Nancy Pelosi, dijuluki “Ketua Fraksi Mayoritas di DPR, serta ketua padu padan masker dan warna busana” oleh Hillary Clinton pada Kamis 14 Mei 2020.

Selama sebulan terakhir, Pelosi tampak mengenakan corak masker yang klop dengan busananya.

Presiden Slowakia, Zuzana Caputova, juga menerima sanjungan dari para warganet atas pilihan padu padan masker dan busananya. Seorang warganet menyebut perempuan tersebut “corona zaman modern”.

Mode masker-busana ini dicermati banyak perancang busana yang kini menciptakan masker-busana versi mereka.

Givenchy bahkan merilis satu set topi dan masker seharga Rp 7,6 juta.

Seorang perancang di Italia menjadi sorotan bulan ini ketika dia menciptakan trikini—yaitu bikini dan masker bercorak sama.

Tiziana Scaramuzzo, pemilik Elexia Beachwear, mengaku sejatinya menciptakan trikini sebagai kelakar. Namun, setelah dia mengunggah foto trikini tersebut, dia kebanjiran pesanan.

Room Shop Vintage di AS mulai menjual busana atasan serta masker yang klop ketika penjahit mereka mengirim foto sampel.

“Melihat contoh-contohnya memicu sesuatu dalam diri saya dan pada saat itulah kami maju dengan ide ini,” kata Shelly Horst, salah satu pendiri Room Shop Vintage, kepada BBC.

“Sambutan masker/atasan yang kami ciptakan benar-benar bagus. Para pelanggan kami suka dengan tampilan yang cocok. Mengenakan masker yang sesuai dengan atasan membuat masker itu lebih menyenangkan untuk dipakai, penting dalam masa yang serius dan mengerikan ini.”

Dia memperkirakan tren ini terus berlanjut.

“Ke depan, orang-orang perlu beragam masker untuk dipakai bergantian, khususnya ketika semuanya mulai kembali dibuka. Punya masker yang cocok adalah mode yang menyenangkan, namun mencocokkan warna juga akan dimulai. Menimbang masker apa yang akan dipakai pun akan menjadi bagian dari perencanaan memakai busana.”

Tak hanya padu padan masker dengan busana yang menjadi tren. Sejumlah perancang tengah membuat masker seglamor mungkin dengan perhiasan.

Sefiya Sjejomaoh mengatakan kepada kantor berita Reuters tidak menghalangi seleranya dalam urusan mode.

“Ketika Anda keluar dengan masker bergaya atau dengan aksesoris seperti ini, kita tidak terlihat seperti sedang berperang.”

“Jauh lebih menyenangkan,” ucapnya.

 

SUARA.com

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Covid-19, Tips Beli Obat Online dan di Apotek

Read Next

Jerat Hukum Bagi Penyebar Identitas Pasien Positif Covid-19

Leave a Reply