Gempa di Jatim, Ratusan Personil Tagana Diterjunkan
Tri Rismaharini, Menteri Sosial.

Gempa di Jatim, Ratusan Personil Tagana Diterjunkan

JAKARTA, publikreport.com – Kementerian Sosial (Kemensos) menerjunkan Taruna Siaga Bencana (Tagana) pascagempa berkekuatan 6,1 yang mengguncang Jawa Timur (Jatim), Sabtu 10 April 2021.

Sebanyak 700 personil Tagana yang berasal dari 10 kabupaten dan kota se-Jatim diterjunkan ke lokasi terdampak untuk melaksanakan empat tugas yaitu membantu evakuasi korban, membangun shelter, mendirikan dapur umum, dan menyelenggarakan layanan dukungan psikososial.

Minggu 11 April 2021, Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini meninjau lokasi terdampak gempa. Dirinya menyapa dan memberikan bantuan kepada penyintas gempa.

“Sabar ya Bapak/Ibu. Mudah-mudahan situasi segera pulih,” ucapnya.

Risma juga mengunjungi pengungsi di Kabupaten Lumajang, Jatim untuk memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi.

BMKG: Waspadai Potensi Longsor dan Banjir Bandang

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di beberapa wilayah Jatim untuk mewaspadai potensi tanah longsor dan banjir bandang jika terjadi hujan intensitas sedang hingga lebat pascagempa tektonik berkekuatan 6,1 pada Sabtu 10 April 2021.

“Mohon waspadai potensi longsor dan banjir bandang jika terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat setelah terjadi gempa,” imbau Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati dalam keterangan pers secara virtual, Sabtu 10 April 2021.

BMKG Jatim hari ini (Sabtu 10 April 2021, Dwikorita mengatakan, telah mengeluarkan peringatan dini untuk tanggal 11 April 2021 berupa hujan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai petir dan angin kencang sesaat di sejumlah wilayah.

Hujan tersebut dikhawatirkan dapat memicu longsor pada lereng-lereng rawan dan rapuh akibat gempa bumi, dan selanjutnya dikhawatirkan dapat memicu banjir bandang. Ini berpotensi terjadi antara lain di Kabupaten Probolinggo, Mojokerto, Blitar, Malang, Batu, Lumajang, Pasuruan, Situbondo, Trenggalek dan Tulungagung.

Masyarakat diimbau untuk menghindari lereng dan berada di lembah sungai apabila terjadi hujan.

Tinggalkan Balasan