Ilustrasi.
Ilustrasi.

Guru Harus Beradaptasi dengan Teknologi

PENDIDIKAN

JAKARTA, PUBLIKREPORTcom – Perkembangan zaman dan tantangan di pandemi Covid-19 (Coronavirus Disease 2019), menuntut para guru harus beradaptasi dengan teknologi.

“Percepatan teknologi dalam pendidikan akan berdampak lebih besar jika diterapkan dengan cara berpikir kritis, komunikasi yang baik, kreativitas dan kolaborasi, atau yang juga dikenal dengan 4C, yaitu Critical Thinking, Communication, Creativity, Collaboration,” jelas Direktur Jenderal (Dirjen) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Iwan Syahril pada peluncuran program guru belajar dan berbagi seri semangat guru: kemampuan non teknis dalam adaptasi teknologi, Jumat 18 Juni 2021.

“Seri ini akan membantu guru dalam meningkatkan kompetensi kemampuan non teknis sebagai pendukung penggunaan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar,” ujarnya.

Program guru belajar dan berbagai, Iwan mengatakan, merupakan kolaborasi pemerintah, guru, komunitas, dan penggerak pendidikan untuk bergotong royong berbagi ide dan praktik baik melalui Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), artikel, video pembelajaran, dan aksi webinar.

“Saya sungguh kagum dan bangga, bahwa guru-guru Indonesia adalah guru pembelajar, guru yang terus bergotong royong, guru-guru yang terus meningkatkan kompetensi diri demi memberikan layanan terbaik kepada anak-anak, para penerus bangsa. Ini terbukti, meski di masa pandemi, para guru terus beradaptasi dan tidak mau kalah dengan keadaan,” tuturnya.

Guru-guru, kepala sekolah (kepsek), pengawas sekolah dan berbagai pemangku kepentingan pendidikan, Iwan berharap, tetap bahu-membahu menghadapi Covid-19, khususnya dalam memastikan pembelajaran tetap berlangsung.

Apresiasi kepada para guru dan tenaga kependidikan yang tetap memberikan layanan pendidikan meski di tengah pandemi Covid-19, juga diberikan Dirjen Pendidikan Dasar (Dikdas), Rachmadi Widdiharto.

Sebagai bentuk dukungan, Rachmadi mengatakan, Kemendikbudristek telah meluncurkan berbagai seri belajar dan berbagi, yaitu seri masa pandemi yang diikuti 231.324 peserta, seri assesmen kompetensi minimum (AKM) diikuti 527.451 peserta, seri pendidikan keterampilan hidup (PKH) diikuti 14.011 peserta, seri belajar ASN PPPK diikuti 484.639 peserta, seri PAUD diikuti 7.052 peserta dan seri pendidikan inklusi diikuti 119.687 peserta.

“Melalui program guru belajar dan berbagi, tercatat sekitar lebih dari satu juta guru mengaktualisasikan berbagai kompetensi yang dimiliki, mengevaluasi diri serta mengembangkan diri secara mandiri dan berkelanjutan. Selain itu, sebanyak 97.692 RPP telah dibagikan oleh guru seluruh Indonesia. Deretan RPP ini telah diakses sebanyak hampir 100 juta kali dan diunduh sebanyak lebih dari 25 juta kali,” jelasnya.

Tujuan program guru belajar dan berbagai seri semangat guru, Rachmadi menjelaskan, adalah mendukung program kebijakan merdeka belajar, pendidikan karakter, guru penggerak, sekolah penggerak, guru belajar dan berbagi serta membantu menciptakan program kreatif dan berkelanjutan dalam portal guru belajar dan berbagi.

Selain itu, untuk meningkatkan pengetahuan guru tentang teknologi sederhana yang berdampak besar, meningkatkan kemampuan guru tentang soft skills pendukung dalam pengunaan teknologi yang mencakup 4C, serta memberikan pengalaman kepada para guru dalam mengikuti program pembelajaran secara daring (dalam jaringan) dalam bentuk synchronous dan asynchronous.

This Post Has One Comment

  1. Deity

    Iya… Kalau tidak, berarti siap2 tergilas zaman👍👍👍

Leave a Reply