Tiga orang yang diduga terlibat kasus human trafficking (perdagangan manusia), Sabtu, 25 Agustus 2018, dini hari, diamankan Polsek KPS Bitung. dari atas KM Sinabung tujuan Papua.
Tiga orang yang diduga terlibat kasus human trafficking (perdagangan manusia), Sabtu, 25 Agustus 2018, dini hari, diamankan Polsek KPS Bitung. dari atas KM Sinabung tujuan Papua.

Human Trafficking ke Papua Digagalkan Polisi

KRIMINALITAS

BITUNG, publikreport.com – Tiga orang yang diduga terlibat kasus human trafficking (perdagangan manusia), Sabtu, 25 Agustus 2018, dini hari, diamankan Kepolisian Sektor (Polsek) Kawasan Pelabuhan Samudera (KPS) Bitung. Ketiganya, masing-masing wanita, NT (19), warga Kombi, Kabupaten Minahasa, yang merupakan karyawan salah satu pub di Kota Bitung, seorang pria, EW (18), warga Tombariri, Kabupaten Minahasa dan calon korban seorang perempuan, RK (16), warga Tondano Barat, Kabupaten Minahasa, yang masih merupakn pelajar di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

NT dan RK diamankan petugas kepolisian di dek 4 Kapal Motor (KM) Sinabung tujuan Papua, yang hendak berlayar dari Pelabuhan Samudera Bitung. Dari keduanya polisi juga menyita 2 lembar tiket kapal dan 2 unit handphone (Hp).

“Kasus ini masih dalam pemeriksan dan pengembangan lebih lanjut,” kata Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) KPS Bitung, Inspektur Satu (Iptu) Fandi Ba’u.

BACA JUGA: Wagub: 60 Persen PSK di Papua, Perempuan Asal Sulut

BACA JUGA: Polisi Gagalkan Pengiriman 2 Wanita ke Papua
BACA JUGA: Human Trafficking Digagalkan

BACA JUGA: Turun Kapal, Mawar (14) Diamankan Polisi
BACA JUGA: Polisi Amankan Captikus dan Human Trafficking

BACA JUGA: PBB: Tiap 3 Menit, 1 Remaja Putri Tertular HIV
BACA JUGA: Aktivis Sesalkan Tomohon Belum Miliki Perda HIV/AIDS

Sementara NT kepada polisi mengatakan, awalnya dirinya mendatangi rumah calon korban lalu mengajaknya bekerja disalah satu cafe di Papua. Tergiur dengan tawaran ini, calon korban pun menyetujuinya. Sehingga, Sabtu, 25 Agustus 2018, sekitar jam 01.00 WITA, keduanya siap ke Papua dengan menumpang KM Sinabung.

“Biaya tiket ditanggung pemilik cafe. Uang tiket dikirim ke saya Rp500 ribu. Biaya lain-lain, untuk sementara ditanggung saya sebesar Rp1,5 juta, dan akan diganti oleh pemilik cafe. Sedangkan biaya tiket calon korban, akan dipotong saat mulai bekerja,” ceritanya. | ALFIAN TEDDY

Leave a Reply