Indonesia Jadi Anggota Dewan Keamanan PBB
PBB (Foto: wikipedia.org)

Indonesia Jadi Anggota Dewan Keamanan PBB

JAKARTA, publikreport.com – Indonesia mewakili wilayah Asia dan Pasifik terpilih menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa) setelah meraih 144 suara dari 190 negara yang hadir. Dalam pemungutan suara tersebut, Indonesia bersaing dengan Maladewa yang mendapatkan 46 suara, tidak ada yang abstein.

Presiden Majelis Umum PBB Miroslav Lajcak memimpin proses pemungutan suara. Melalui siaran TV PBB yang ditayangkan di Kantin Diplomasi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) di Jakarta, Jumat, 08 Juni 2018, malam.

Proses pemungutan suara menggunakan sistem secret ballot dengan membagikan kotak suara kepada seluruh anggota Majelis Umum PBB. Terlebih dahulu kotak suara ditunjukkan oleh panitia untuk memastikan kotak masih kosong.

Lebih dari dua pertiga suara anggota yang hadir memberikan suara kepada Indonesia. Hal ini membuat Indonesia untuk keempat kali  menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB  periode 2019-2020. Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB terakhir pada 2006-2008.

PERJUANGKAN PALESTINA

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi mengatakan, isu Palestina menjadi perhatian Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019 – 2020.

“Isu Palestina akan menjadi perhatian Indonesia,” kata Menteri Retno saat berbicara dengan sejumlah jurnalis melalui video konferensi di Kantin Diplomasi Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat, 08 Juni 2018, malam.

Menteri Retno memberikan penjelasan setelah proses pemungutan suara anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020 selesai diumumkan dengan hasil 144 suara dari 190 suara mendukung Indonesia.

Indonesia merupakan negara yang sejak awal mendukung kemerdekaan Palestina.

Selain isu Palestina, Menteri Retno juga menyebutkan beberapa fokus isu yang akan dikerjakan selama menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB. Yaitu, memperkuat ekosistem perdamaian global dan penyelesaian konflik secara damai..

Fokus lainnya, meningkatkan kapasitas pasukan perdamaian termasuk peran perempuan.

Selanjutnya, membangun sinergi organisasi antar kawasan dengan Dewan Keamanan PBB dalam menjaga perdamaian.

Indonesia juga akan memerangi terorisme, mengajak anggota Dewan Keamanan PBB untuk bekerja lebih efektif dan efisien serta akuntabel. | TEMPO.co

Tinggalkan Balasan