Peselancar Indonesia Dede Suryana menembus gulungan ombak yang dipenuhi sampah di sebuah kawasan terpencil yang jauh dari pemukiman di pulau Jawa. (Foto: Zak Noyle)
Peselancar Indonesia Dede Suryana menembus gulungan ombak yang dipenuhi sampah di sebuah kawasan terpencil yang jauh dari pemukiman di pulau Jawa. (Foto: Zak Noyle)

Indonesia Serukan Semua Negara Harus Kurangi Sampah Mikroplastik, Seperti Apa?

Kampanye membersihkan laut dari sampah plastik terus dilakukan Indonesia di dunia internasional. Terbaru, kampanye yang dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) saat mengisi Sidang Umum Lingkungan PBB ke-3 (UNEA) yang berlangsung di Nairobi, Kenya, awal Desember lalu. Pada momen tersebut, Indonesia mengajak semua negara untuk bertanggung jawab mengurangi sampah mikroplastik.

Staf Ahli Menteri Bidang Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga KKP Suseno Sukoyono yang hadir di Nariobi, meminta semua negara di dunia untuk ikut terlibat dalam aksi mengurangi sampah laut dan mikrokroplastik. Aksi tersebut, bisa dilakukan sesuai kemampuan masing-masing negara untuk mengakses sumber.

Menurut Suseno, mengurangi sampah mikroplastik yang ada di daratan akan berdampak luas pada volume sampah yang ada di laut. Jika itu berhasil dilakukan, maka ekosistem yang ada di laut beserta biota yang ada di dalamnya juga akan ikut terjaga dan lestari hingga waktu tak terhingga.

“Sampah plastik adalah permasalahan bersama. Kita semua harus bergandengan tangan. Negara-negara harus terlibat di dalamnya, tentu saja sesuai kemampuan masing-masing,” ucap dia.

Selain menyesuaikan dengan kemampuan masing-masing negara, Suseno menambahkan, upaya mengatasi permasalahan sampah juga harus dilakukan dengan pengukuran dan monitor sampah laut serta mikroplastik. Kemudian, masing-masing negara harus menyiapkan tujuan upaya mengurangi sampah laut dan mikroplastik.

Suseno menjelaskan, dalam pembahasan di tingkat Komite Perwakilan Tetap Open Ended Committee of Permanent Representatives (OECPR), Indonesia menekankan pentingnya upaya menerapkan prinsip biaya yang efektif (cost-effectively) dalam pembersihan lingkungan laut (clean-up in the marine environment). Selain itu, juga harus ada serta kerja sama antara Pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam mengurangi sampah laut dan mikroplastik.

Berkaitan dengan sampah di laut, Suseno juga terlibat aktif memberikan masukan dan berkontribusi dalam pembahasan rancangan resolusi sampah laut dan mikro-plastik (marine litter and microplastic) yang diusulkan oleh Norwegia dan Australia. Rancangan resolusi usulan kedua negara tersebut mendapat dukungan dari Irak dan Monako sebagai co-sponsor.

Suseno menambahkan, rancangan resolusi tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil kajian yang dilakukan Sekretariat UNEP. Kajian tersebut mengusung tema “Combating Marine Plastic Litter and Microplastics: An Assessment of The Effectiveness of Relevant International, Regional and Subregional Governance Strategies and Approaches”.

Komitmen Indonesia

Leave a Reply