Ini Kriteria Penentuan Lokasi Ibukota Negara (Baru)
Sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Ini Kriteria Penentuan Lokasi Ibukota Negara (Baru)

JAKARTA, publikreport.com – Ketua Tim Komunikasi Ibukota Negara (IKN), Hirmawan Hariyoga Djojokusumo dalam penentuan ibukota negara (baru) setidaknya ada 7 kriteia, yakni lokasi strategis, tersedia lahan luas, bebas bencana, tersedia sumber daya air, dekat dengan kota excisting yang sudah berkembang, potensi konflik sosial rendah dan memenuhi perimeter pertahanan dan keamanan. Berdasarkan kriteria tersebut, lalu tersaring 3 lokasi di luar Jawa yang aman dan bebas terhadap risiko bencana gempa bumi, gunung berapi, dan tsunami.

BACA JUGA: Mengenal Ibukota Negara Baru

Kalimantan relatif rendah risikonya. Kalau Sumatera masih bagian barat, tidak di tengah Indonesia,” jelas Himawan yang merupakan Sekretaris Menteri PPN/Bappenas, seraya menamahkan, ibukota juga harus memiliki akses dengan perairan laut.

BACA JUGA: Ibukota Negara ke Kaltim, Manado Bakal Jadi Kota Metropolitan

Dalam melakukan kajian, Himawan mengatakan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) tidak sendirian, tapi bekerja sama dengan Kementerian PUPR, Kementerian ATR/BPN, Kementerian LHK, Badan Geologi, Kementerian ESDM, dan Badan Informasi Geospasial (BIG).

BACA JUGA: 2020 Proses Konstruksi, 2024 Ibukota Pindah

Prosesnya lumayan panjang, sampai akhirnya Presiden memindahkan ke Kalimantan Timur (Kaltim),” ungkapnya pada Forum Tematik Bakohumas, yang mengangkat tema ‘Urgensi Pemindahan Ibukota Negara’ di ruang rapat Kementerian PPN/Bappenas, Jalan Taman Suropati Nomor 2, Jakarta, Selasa 01 Oktober 2019. | DORANG