Kronologis Penemuan Tengkorak Manusia di Perkebunan Sapa
Tengkorak dan tulang belulang manusia yang ditemukan di Perkebunan Sapa, Desa Ranowangko, Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara, Rabu, 20 Juni 2018.

Kronologis Penemuan Tengkorak Manusia di Perkebunan Sapa

TOMOHON, publikreport.com – Kapolres (Kepala Kepolisian Resort) Tomohon, AKBP (Ajun Komisaris Besar Polisi), I Ketut Agus Kusmayadi SIK mengungkapkan awal mula pengungkapan penemuan tengkorak manusia di Perkebunan Desa Senduk, Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Selasa, 19 Juni 2018, sekitar pukul 18.00 WITA, personil Polsek (Kepolisian Sektor) Tombariri melaksanakan patroli cyber media sosial facebook. Patroli cyber ini kemudian menemukan akun atas nam Jefry Rengkung Panekenan yang memposting foto-foto tentang penemuan tengkorak manusia di Perkebunan Sapa, Desa Ranowangko, Kecamatan Tombariri di grup facebook Manguni Team 123.

Polisi kemudian melakukan pengecekan kebenaran informasi dan melakukan interogasi terhadap pemilik akun.

Hasil interogasi IK Agus membeberkan, pemilik akun facebook yang memposting ke grup Manguni Team 123 yang beralamat Jaga I, Desa Senduk, Kecamatan Tombariri mengakui pada Selasa, 18 Juni 2018 sekitar pukul 16.00 WITA, dirinya mendapat informasi dari seorang laki-laki atas nama Arnold Ratag, di mana pada Senin, 17 Juni 2018, sekitar jam 12.00 WITA, ditemukan tengkorak, tulang belulang manusia (tulang rusuk dan tulang kaki) di Perkebunan Sapa, Desa Ranowangko, Kecamatan Tombariri.

“Informasi yang diterima pemilik akun facebook, Arnold Ratag saat itu sedang mencari daun untuk membungkus nasi di tanah kebun milik Herman Manggasa. Herman ini diduga adalah korban. Tengkorak dan tulang belulang manusia ini ditemukannya dekat sabuah (pondok) dan ada tanaman nenas,” ungkap IK Agus.

Mendengar informasi ini, Rengkung Panekenan, memanggil teman-temannya, yakni Gerson Kukus alias Econ, Agus Kukus, Joudy Bororing, Jendry Mirontoneng dan Arnold Ratag untuk mengecek informasi dan berangkat ke Perkebunan Sapa.

“Saat mereka tiba di lokasi, ternyata informasi itu benar. Lalu Rengkung Panekenan memotret tengkorak dan tulang belulang itu kemudian mempostingnya ke grup facebook, sekitar pukul 17.00 WITA,” jelas IK Agus.