Ilustrasi.
Ilustrasi.

Ini Motif Calo CPNS dan Kejahatan Properti

JAKARTA, publikreport.com – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya, mengungkapkan motif penipuan calo Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan sindikat kejahatan properti. Pada kasus calo CPNS, korban selau diiming-imingi bisa lolos dengan imbalan rupiah. Bahkan ada yang ditipu hingga Rp7-100 juta.

Selalu bermotif penipuan. Pelaku menggunakan ID Card palsu mengatasnamakan Kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan), Kementerian PANRB dan BKN (Badan Kepegawaian Negara),” kata Ajun Komisaris Polisi (AKP) Tavip Gunadi pada acara anggota Polri (Kepolisian Negara Republik Indonesia) Berprestasi di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB), Jakarta, Selasa 20 Agustus 2019.

Penggunaan tanda pengenal palsu itu, Tavip menjelaskan, dimaksudkan agar korban yakin bisa lolos menjadi CPNS. Target utama yang dijadikan korban adalah para pegawai honorer kategori II. Dengan surat palsu pula, para pelaku meminta uang puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Namun, setelah uang tersebut diberikan, pelaku tidak bisa meluluskan korban menjadi CPNS. Masyarakat yang merasa tertipu pun mengadu ke kepolisian. Dari laporan masyarakat, polisi melakukan penyelidikan, penyidikan, hingga mengungkap kasus penipuan ini.

Pelaku berhasil kami tangkap, dan sekarang masih dalam proses penyidikan. Pelaku kami tahan di rumah tahanan (rutan) Polda Metro Jaya,” jelasnya.

Leave a Reply