Ini Motif Pembunuhan di Kaki Dian
Kapolres Minut, AKBP Alfaris Pattiwael didampingi Kepala Satuan (Kasat) Reserse Kriminal (Reskrim), Ajun Komisaris Polisi (AKP) Afrizal Nugroho dan Kasat Narkoba, AKP Hilman Muthalib, menggelar konferensi pers, Rabu, 12 September 2018, siang di Mapolres.

Ini Motif Pembunuhan di Kaki Dian

KRIMINALITAS

AIRMADIDI, publikreport.com – Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Minahasa Utara (Minut), Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Alfaris Pattiwael  membeberkan motif pembunuhan yang terjadi di Bukit Kaki Dian, Kelurahan Airmadidi Atas, Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

“Tersangka dan korban teman dekat. Kami juga menyelidiki sepeda motor. Dari situ kami mengetahui tersangka yang membawa sepeda motor itu,” kata Alfaris yang didampingi Kepala Satuan (Kasat) Reserse Kriminal (Reskrim), Ajun Komisaris Polisi (AKP) Afrizal Nugroho dan Kasat Narkoba, AKP Hilman Muthalib, Rabu, 12 September 2018, siang.

Kemudian, Alfaris mengungkapkan, kepolisian mendapatkan hasil visum et repetum (VER) dari Rumah Sakit Umum  Daerah (RSUD) Prof Kandou Manado, yang kesimpulannya terdapat tindak kekerasan pada bagian kepala, Sofianti Andrinael, yang menjadi korban pembunuhan di Bukit Kaki Dian.

“Kematian korban diduga akibat kekerasan benda tumpul pada bagian kepala,” ungkapnya.

Penyidik, menurut Alfaris terus mengembangkan kasus dengan cara mencari alat bukti, antara lain melakukan BAP dan menemukan petunjuk apabila tersangka mempunyai hubungan asmara dengan korban.

“Tersangka diduga tidak senang terhadap korban yang dicurigainya telah memiliki hubungan dengan pria lain,” jelasnya.

BACA JUGA: Mayat Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan

BACA JUGA: Mereka di Kaki Menara Alfa Omega

Tersangka, Alfaris mengatakan dijerat dengan pasal 80 ayat (3) UU (Undang-Undang) Nomor tahun2014 tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak atau pasal 338 KUHP sub pasal 351 (3) KUHP lebih sub pasal 359 (1) KUHP dengan ancaman hukumam penjara maksimal 15 tahun.

“Hari ini (Rabu, 12 September 2018) penyidik akan melimpahkan tersangka dan barang bukti ke Jaksa Penuntut Umum (JPU),” ujarnya.

Pelimpahan tahap 1 ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Airmadidi telah dilakukan penyidik pada 27 Agustus 2018 dan pada Kamis, 06 September 2018, penyidik mendapat surat dari Kejari yang intinya berkas perkara sudah lengkap (P21). | ALFIAN TEDDY