KEK Pariwisata Tanjung Pulisan, Likupang, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
KEK Pariwisata Tanjung Pulisan, Likupang, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Investor ke KEK Likupang Ditawarkan Super Deduction Tax

JAKARTA, publikreport.com – Pemerintah Indonesia akan menawarkan super deduction tax kepada investor yang mau berinvestasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Likupang, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Diketahui, KEK Pariwisata Likupang masuk dalam lima destinasi super prioritas bersama Danau Toba, Borobudur, Mandalika dan Labuan Bajo. Super deduction tax ini ditawarkan pemerintah kepada investor untuk lima destinasi super prioritas itu.

Komitmen pemerintah untuk meningkatkan gairah iklim investasi pariwisata, menurut Deputi Bidang Perencanaan Badan Koordinasi Penanam Modal (BKPM), Ikmal Lukman tercermin dari sejumlah reformasi kebijakan. Beberapa kebijakan tersebut antaranya: Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), pelayanan perizinan 3 jam, dan fasilitas jalur hijau.

Pada kesempatan ini BKPM menawarkan kepada para investor kemudahan penanaman modal langsung di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK),” kata Ikmal Lukman pada Rapat Koordinasi (Rakornas) Pariwisata III 2019 yang berlangsung di Swissotel Jakarta PIK Avenue, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, Rabu 11 September 2019.

Para investor yang ingin berinvestasi di KEK, menurut Ikmal, dapat langsung mendirikan bangunan tanpa memerlukan perizinan awal. Mereka cukup melakukan post audit serta memenuhi salah satu syarat yaitu lokasi harus sesuai peruntukan (RDTR). Selain itu, ia juga menghimbau para pelaku industri pariwisata untuk memanfaatkan kebijakan super deduction tax dalam mempersiapkan SDM (Sumber Daya Manusia) pariwisata yang kompeten.

Hal ini berkaitan dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 45 Tahun 2019 yang memuat kebijakan pengurangan pajak penghasilan (PPh) super alias super deduction tax bagi wajib pajak (WP) badan yang melakukan kegiatan vokasi dan/atau riset dan pengembangan (R&D).

Para investor juga bisa menggunakan kebijakan super deduction tax ini untuk mendorong terciptanya SDM unggul di bidang pariwisata,” jelasnya.

Leave a Reply