Ilustrasi.
Ilustrasi.

Jerat Pidana Jika Menumpuk Sampah di Pinggir Jalan

Perilaku penumpukan tanah bekas limbah kaca atau sampah lainnya di pinggir jalan samping rumah tempat tinggal apakah bisa dituntut secara hukum?

Jawaban:

Intisari:

Pada dasarnya setiap orang dilarang membuang dan menumpuk sampah di jalan. Ketentuan ini telah diatur dalam undang-undang dan peraturan daerah setempat. Oleh karena itu, pelaku yang melakukan penumpukan sampah, dapat dilaporkan kepada yang berwenang. Jika sampah tersebut menimbulkan kerugian bagi pemilik rumah, maka pemilik rumah dapat menggugat atas dasar perbuatan melawan hukum terhadap pelaku.

Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak dalam ulasan di bawah ini.

Ulasan:

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

Anda mengatakan bahwa penumpukan tanah bekas limbah kaca atau sampah lainnya itu terdapat di pinggir jalan samping tempat tinggal. Berdasarkan keterangan ini, kami simpulkan bahwa sampah itu terletak di luar batas-batas si pemilik tempat tinggal (rumah), bukan masih berada di dalam batas pekarangan rumah.

Pada dasarnya dalam Pasal 29 ayat (1) huruf e Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah (“UU Pengelolaan Sampah”) telah diatur bahwa setiap orang dilarang membuang sampah tidak pada tempat yang telah ditentukan dan disediakan. Mengenai hal ini, undang-undang menyebutkan bahwa akan diatur lebih lanjut dalam peraturan daerah kabupaten/kota.[1]

Atas perbuatan menumpuk sampah di pinggir jalan tersebut, pelaku dapat dijerat dengan pasal pelanggaran kewajiban membuang sampah pada tempatnya yang biasanya tertuang dalam peraturan daerah setempat.

Sebagai contoh kita mengacu pada Pasal 21 huruf b Peraturan Daerah DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum (“Perda DKI Jakarta 8/2007”) yang mengatur:

Leave a Reply