PUBLIKREPORT.com

Joe Biden-Kamala Harris Resmi Jadi Presiden dan Wapres AS

Keterangan foto: Joe Bidden mengucap sumpah sambil memegang Injil saat dilantik sebagai Presiden AS. Joe Biden dan Kamala Harris resmi dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden AS, Rabu (20/01).(foto: reuters/kevinlamarque)

INGIN BERITA DIBACAKAN: https://publikreport.com

Joe Biden dan Kamala Harris resmi dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), Rabu (20/01). Joe Biden, mantan Wakil Presiden AS era Barack Obama, disumpah sebagai Presiden AS ke-46 setelah mengalahkan petahana, Presiden Donald Trump, dalam pemilihan umum pada November lalu.

“Saya bersumpah dengan sungguh-sungguh bahwa saya akan setia menjalankan tugas sebagai Presiden Amerika Serikat, dan akan dengan kemampuan terbaik saya melestarikan, melindungi, dan membela Konstitusi Amerika Serikat,” kata Biden saat mengucap sumpahnya sambil memegang kitab injil.

Biden memenangkan pemilu dengan raihan lebih dari 81,28 juta suara popular atau 51,3 persen. Sementara itu, Trump meraih 74,2 juta suara popular atau 46,8 persen.

Dia menjadi kandidat pertama presiden AS dalam sejarah yang berhasil meraup lebih dari 80 juta suara popular dalam pemilu.

Biden menjadi presiden tertua AS yakni berusia 78 tahun saat dilantik sebagai orang nomor satu di Negeri Paman Sam itu.

Lulusan Universitas Delaware itu mengawali karir politik ketika menjabat sebagai senator dari Delaware pada 1973-2009. Biden pernah mencalonkan diri sebagai kandidat presiden pada 1988 dan 2008 namun mengundurkan diri.

Sementara itu, wakilnya, Kamala Harris, juga mencetak beberapa rekor. Mantan senator 56 tahun itu menjadi wakil presiden perempuan pertama.

Lulusan Howard University itu juga menjadi keturunan kulit hitam dan Asia pertama yang menjabat sebagai orang nomor dua di AS.

Sebelum berkarir sebagai senator, Harris merupakan jaksa agung negara bagian California. Harris pun menjadi perempuan dan kulit hitam pertama yang memegang jabatan itu.

Pesan Terakhir Trump Usai Tinggalkan Gedung Putih

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan doa dan pesan terakhirnya untuk masyarakat dan pemerintahan baru di bawah Joe Biden dan Kamala Harris.

Trump menyampaikan hal itu dalam pidato di pangkalan militer Joint Base Andrews usai meninggalkan Gedung Putih.

“Saya akan terus berjuang untuk kalian. Saya akan terus menyaksikan. Saya akan terus mendengar. Dan saya sampaikan, masa depan negara ini tidak pernah lebih baik,” kata Trump dalam pidato terakhirnya sebagai presiden, Rabu (20/1) seperti dikutip dari CNN.

Ia mengaku percaya negaranya akan sukses di tangan pemerintahan yang baru. Berulang kali ia menyatakan bahwa AS adalah negara yang hebat dan dia sangat beruntung bisa menjabat presiden.

“Saya ingin katakan, kalian orang yang hebat. Ini adalah negara yang hebat. Ini merupakan kehormatan dan keistimewaan bagi saya untuk menjadi presiden kalian,” tuturnya di hadapan wartawan dan pendukung.

“Saya mengharapkan keberuntungan dan sukses bagi pemerintahan yang baru. Saya pikir mereka akan sukses. Mereka memiliki dasar untuk melakukan hal itu,” ucap dia.

Trump mengatakan pihaknya sudah bekerja semaksimal mungkin untuk mengantarkan AS pada posisi yang tidak pernah dirasakan sejak tahun 1917. Untuk itu dia percaya ke depannya negara itu akan berhasil.

Selagi menyampaikan perpisahan, ia juga berjanji akan kembali lagi. Namun dia tidak menyatakan dengan lugas apa yang dimaksud dari pernyataan itu.

“Selamat tinggal, kami mencintai kalian, kami akan kembali dengan bentuk yang lain,” ujar Trump.

Pesan dan salam perpisahan Trump disampaikan beberapa jam sebelum Biden-Harris dilantik menjadi presiden dan wakil presiden AS. Tak seperti tradisi umumnya, ia tidak akan menyambut rivalnya di Gedung Putih maupun mendatangi inaugurasi.

Trump Tinggalkan Surat untuk Joe Biden

Presiden Amerika Setempat Donald Trump disebut telah meninggalkan sebuah surat untuk penerusnya, Joe Biden yang akan dilantik pada Rabu (20/1) waktu setempat.

Tapi tidak jelas isi surat tersebut.

Hal itu disampaikan oleh juru bicara Judd Deere kepada AFP beberapa menit setelah Trump meninggalkan Gedung Putih pada Rabu pagi.

Sebagaimana diketahui, Trump, yang kerap menolak kekalahannya dalam pemilihan presiden 2020, tidak pernah memberi selamat kepada Biden atas kemenangannya.

Tapi empat tahun lalu, mantan presiden Barack Obama meninggalkan surat kepada Trump. Ia meninggalkan catatan itu di Oval Office, sesuai dengan tradisi kepresidenan.

“Kami hanya penghuni sementara di kantor ini,” tulis Obama.

“Itu membuat kita menjadi pelindung dari institusi dan tradisi demokrasi yang diperjuangkan oleh leluhur kita. Terlepas dari dorongan dan tarikan politik sehari-hari, terserah kita untuk meninggalkan instrumen demokrasi kita setidaknya sekuat yang kita temukan,” ucap dia.

Salah satu tradisi modern di Hari Inaugurasi Presiden AS yakni presiden yang lengser akan meninggalkan surat kepada penerus mereka.

Isinya dapat berupa harapan dan nasihat yang baik. Biasanya, surat itu akan diletakkan di Meja Resolusi (Resolute Desk) saat presiden baru memasuki Oval Office untuk pertama kali. | CNNINDONESIA.com

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Dicoret Sebagai Penerima Bansos, James Cs Akan Memperkarakannya

Read Next

KPU Tetapkan Gubernur/Wagub Sulut Terpilih