Sudah berminggu-minggu warga secara swadaya dimotori JAFS Wilayah Sulawesi membersihkan sampah yang berserakan di mata air Kalimpesan yang berada di antar Kelurahan Paslaten II dan Matani II. Kendati terus dibersihkan namun sampah seakan tidak habis-habisnya. (Foto: VICTORIE WUWUNG/publikreport.com)
Sudah berminggu-minggu warga secara swadaya dimotori JAFS Wilayah Sulawesi membersihkan sampah yang berserakan di mata air Kalimpesan yang berada di antar Kelurahan Paslaten II dan Matani II. Kendati terus dibersihkan namun sampah seakan tidak habis-habisnya. (Foto: VICTORIE WUWUNG/publikreport.com)

Kalimpesan, Mata Air atau Tempat Sampah?

TOMOHON, PUBLIKREPORTcom – Betapa miris melihat pamandangan di mata air Kalimpesan yang terletak di perbatasan Kelurahan Paslaten II, Kecamatan Tomohon Timur dan Matan II, Kecamatan Tomohon  Tengah, Kota  Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Sampah berserakan di mana-mana, sehingga merusak estetika bahkan mengusik emosi ketika sumber mata air yang telah ratusan tahun memberikan manfaat kepada masyarakat Kota Tomohon tetapi tidak diberikan perhatian khusus.

Koordinator Japan Asian Friendshiep Society (JAFS)  Wilayah Sulawesi, Jimmy Pontoh mengungkapkan, lemahnya kesadaran pelestarian lingkungan di Kota Tomohon.

“Harus diakui bahwa kesadaran masyarakat akan ke-sakral-an mata air sebagai sumber kehidupan masih rendah. Ditambah kontrol dan kepedulian pemerintah yang sangat minim, sehingga lokasi ini tidak terpelihara dengan baik,” kata Jimmy kepada publikreport.com, di lokasi mata air Kalimpesan, belum lama ini.

Padahal, Jimmy menuturkan, mata air Kalimpesan telah memberikan kontribusi kepada ratusan Kepala Keluarga (KK) di sekitar wilayah itu, dan juga secara umum bagi masyarakat Kota Tomohon sebagai tempat re-stock dari mobil tangki air milik PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Kota Tomohon.

Pengamat: Soal Mataair Kalimpesan, Itu Tanggung Jawab Pemkot

Leave a Reply