PUBLIKREPORT.com

Kallo, Warga Tak Berdaya yang Diabaikan Pemerintah (Kota Tomohon)

INGIN ARTIKEL DIBACAKAN: https://publikreport.com

Menderita lumpuh dan kini hanya menumpang di rumah milik salah seorang pendeta yang berada di Lingkungan VI, Kelurahan Kakaskasen III, Kecamatan Tomohon Utara, Kota Tomohon, Provins Sulawesi Utara (Sulut).

***

Saya berharap pada pak Walikota, Jimmy Eman supaya melihat orang-orang seperti kami. Tolong bilang pada bawahan pak walikota supaya dapat memperlakukan orang seperti kami secara adil”

Kallo Lolong warga Kakaskasen III yang menderita lumpuh

***

Kami memang kesulitan apalagi banyak kepunyaan yang harus dijual untuk biaya perawatan. Tapi kami tidak mau minta-minta. Tapi kalau ada bantuan orang susah dari pemerintah, namun tidak diberikan pada orang seperti papa, itu namanya tidak adil”

Wilmar, anak dari Kallo Lolong.

***

Pemerintah harus menempatkan orang-orang dengan adil di tengah masyarakat. Masa orang yang tak berdaya dan butuh bantuan seperti ini, malah pura-pura tidak dilihat. Ingat, pemerintah adalah pemimpin semua masyarakat dari semua golongan atau kelompok”

Sonya Sulu, Tokoh Gereja.

TOMOHON, publikreport.com – Lelaki lanjut usia (lansia), Kallo Lolong (62) lemah tak berdaya di salah satu rumah yang berada di Lingkungan VI, Kelurahan Kakaskasen III, Kecamatan Tomohon Utara, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Rumah yang ditempati Kallo bersama keluarganya, Lolong-Johanis, adalah milik salah seorang pendeta. Artinya Kallo yang mengalami kelumpuhan, tidak mempunyai rumah, hanya menumpang.

Saya seperti ini setelah tiba-tiba mengalami stroke pada enam tahun lalu,” ucap Kallo dengan suara lemah dan tergagap-gagap sambil berlinang airmata saat ditemui publikreport.com, bersama salah seorang warga Kakaskasen III, Jemmy Ngantung, Senin 08 Juli 2019.

Waktu itu kami masih tinggal dipinggir Jalan Raya Kakaskasen. Tiba-tiba saya stroke dan langsung lumpuh, dan tidak bisa bersuara. Untuk biaya pengobatan, terpaksa kami menjual rumah kepunyaan kami, sehingga sekarang harus menumpang di rumah pendeta ini,” cerita Kallo yang nampak kakinya sudah mengecil, sehingga nampak mustahil akan mampu menopang bobot tubuhnya.

BACA JUGA: Yanni Poluan, Penderita Kaki Gajah Butuh Uluran Tangan

Walaupun nampak tak berdaya, namun pria yang dimasa mudanya terkenal enerjik dan pekerja keras ini tetap berusaha untuk bangkit kembali.

Kami memang kesulitan. Tapi istri dan anak-anak tak mau meminta-minta pada orang. Kami percaya Tuhan pasti tolong,” ucapnya.

Saat publikreport.com menemuinya karena mendapat informasi apabila ada warga yang mengalami kelumpuhan, Kallo hanya sendirian di rumahnya. Isterinya Anni Johanis (55) sedang ke Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) untuk mengambil obat. Sementara ketiga anaknya bekerja di tempat masing-masing.

Diabaikan pemerintah

Pria yang menderita lumpuh, namun nampak punya semangat hidup tinggi ini mengaku merasa sedih karena pemerintah terkesan mengabaikan dirinya, sebagai manusia yang pantas mendapat bantuan.

Ada bantuan pembuatan rumah bagi orang tidak mampu. Tapi kenapa kami tidak diberi. Padahal kami masih ada tanah kintal untuk boleh bangun rumah. Dalam keadaan seperti ini, kenapa kita dilewati?” ujarnya bingung dengan nada lirih.

BACA JUGA: Warga Tuding Program Bedah Rumah Pilih Kasih

Melalui publkreport.com, Kallo meminta untuk dapat menyuarakan isi hatinya kepada Pemerintah Kota Tomohon.

Saya berharap pada pak Walikota, Jimmy Eman supaya melihat orang-orang seperti kami. Tolong bilang pada bawahan pak walikota supaya dapat memperlakukan orang seperti kami secara adil,” ungkapnya.

Sementara berbincang, tiba-tiba salah seorang anak Kallo, yakni Wilmar Johanis datang dan bergabung. Wilmar membenarkan apa yang dikemukakan ayahnya.

Kami memang kesulitan apalagi banyak kepunyaan yang harus dijual untuk biaya perawatan. Tapi kami tidak mau minta-minta. Tapi kalau ada bantuan orang susah dari pemerintah, namun tidak diberikan pada orang seperti papa, itu namanya tidak adil,” tegasnya.

BACA JUGA: PDIP Diprediksi Sulit Saingi Golkar di Pilkada 2020

Terpisah, salah satu Tokoh Gereja, Sonya Sulu, mengaku prihatin dengan fakta ini.

Pemerintah harus menempatkan orang-orang dengan adil di tengah masyarakat. Masa orang yang tak berdaya dan butuh bantuan seperti ini, malah pura-pura tidak dilihat. Ingat, pemerintah adalah pemimpin semua masyarakat dari semua golongan atau kelompok,” ujarnya. JOPPY JW

BACA JUGA: Pak Tua di Emperan Toko Tomohon
BACA JUGA: Kisah Opa Laurens, Seorang Penyapu Jalan di Tomohon
BACA JUGA: Jadi Pemulung, Onesimus: Yang Penting Tidak Mencuri
BACA JUGA: Konflik Panjang Petani Tondangow dan PT PGE Area Lahendong

BACA JUGA: Wisatawan: Besi-besi Ini Untuk Apa Ya?

 

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Bedah Rumah (RTLH) di Tomohon Dinilai Tak Tepat Sasaran

Read Next

Pemkab Minut Hanya Miliki 1 Penyidik PNS

Leave a Reply