PUBLIKREPORT.com

Kallo, Warga Tak Berdaya yang Diabaikan Pemerintah (Kota Tomohon)

Kallo Lolong (62), tak berdaya di salah satu rumah yang ditumpanginya di Lingkungan VI, Kelurahan Kakaskasen III, Kecamatan Tomohon Utara, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Rumah yang ditempati Kallo bersama keluarganya, Lolong-Johanis, adalah milik salah seorang pendeta. (foto: publikreport.com)

TOMOHON, publikreport.com – Lelaki lanjut usia (lansia), Kallo Lolong (62) lemah tak berdaya di salah satu rumah yang berada di Lingkungan VI, Kelurahan Kakaskasen III, Kecamatan Tomohon Utara, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Rumah yang ditempati Kallo bersama keluarganya, Lolong-Johanis, adalah milik salah seorang pendeta. Artinya Kallo yang mengalami kelumpuhan, tidak mempunyai rumah, hanya menumpang.

Saya seperti ini setelah tiba-tiba mengalami stroke pada enam tahun lalu,” ucap Kallo dengan suara lemah dan tergagap-gagap sambil berlinang airmata saat ditemui publikreport.com, bersama salah seorang warga Kakaskasen III, Jemmy Ngantung, Senin 08 Juli 2019.

Waktu itu kami masih tinggal dipinggir Jalan Raya Kakaskasen. Tiba-tiba saya stroke dan langsung lumpuh, dan tidak bisa bersuara. Untuk biaya pengobatan, terpaksa kami menjual rumah kepunyaan kami, sehingga sekarang harus menumpang di rumah pendeta ini,” cerita Kallo yang nampak kakinya sudah mengecil, sehingga nampak mustahil akan mampu menopang bobot tubuhnya.

BACA JUGA: Yanni Poluan, Penderita Kaki Gajah Butuh Uluran Tangan

Read Previous

Bedah Rumah (RTLH) di Tomohon Dinilai Tak Tepat Sasaran

Read Next

Pemkab Minut Hanya Miliki 1 Penyidik PNS

Leave a Reply