Kapal Perintis Tak Lagi Angkut Penumpang dari Luar Daerah
Ilustrasi.

Kapal Perintis Tak Lagi Angkut Penumpang dari Luar Daerah

SANGIHE, publikreport.com – Kepala Kantor Unit Pengelola Pelabuhan (KUPP) Kelas II Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Mocodompis Muhaling mengatakan, pihaknya (semakin) memperketat pengawasan kapala penumpang rute Manado-Tahuna PP (Pulang Pergi), namun petugas juga memperketat pelayaran kapal perintis yang selama ini rutin melayani penumpang antar pulau. Kebijakan ini diambil guna mencegah penyebaran dan penularan Covid-19 (Coronavirus Disease 2019).

“Saat ini kapal perintis sudah tidak lagi diperbolehkan mengangkut penumpang dari luar daerah, apalagi dari wilayah yang terpapar Virus Corona, kecuali mengangkut logistik untuk menjaga kestabilan harga maupun kebutuhan warga setempat,” kata Mocodompis.

“Jadi sudah tidak boleh lagi kapal perintis di Sangihe mengangkut penumpang dari Bitung maupun daerah lainnya, kecuali hanya penumpang dari pulau-pulau di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Talaud dan Sitaro (Siau, Tagulandang, Biaro),” sambung mantan Kepala KUPP Kelas II Poso Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

BACA JUGA: KUPP Tahuna Siapkan Kapal Cadangan

BACA JUGA: Sangihe ‘Dapat’ Kapal Perintis Baru

Pemberlakuan pengetatan ini, Mocodompis menyatakan, juga diberlakukan terhadap kru kapal yang bekerja. Anak Buah Kapal (ABK) dipastikannya tidak ada lagi yang sembangaran turun naik kapal di areal pelabuhan, jika tanpa pengawasan dari petugas pelabuhan. Pihaknya tidak segan-segan mengambil tindakan jika ada ABK termasuk perwira maupun nakhoda yang seenaknya naik turun kapal.

”Kalau ada ABK kapal perintis yang seenaknya turun ke dermaga, saya akan langsung menindak tegas. Bahkan saya akan langsung melapor ke pihak teknis agar yang bersangkutan langsung di karantina,” tegasnya.

Meski demikian, Mocodompis menambahkan, pelayanan kapal perintis tidak bisa dihentikan dengan alasan Covid-19. Alasannya pengoperasian kapal telah disubsidi negara, sehingga meski hanya memuat logistik, kapal perintis harus tetap beroperasi. | VEBE