PUBLIKREPORT.com

Kapolres Minahasa Diminta Tinjau Ulang Laporan Kasus Dana Duka GPdI Raringis

RELIGI | HUKUM

MINAHASA, publikreport.com- Pihak keluarga terkait meminta kepada Kepolisian Resor (Polres) Minahasa Provinsi Sulawesi Utara untuk meninjau kembali Laporan Perkara Nomor: LP/67/II/2021/Sulut/Resmin tertanggal 17 Pebruari 2021. Hal mendasar yang di jadikan alasan adalah status pelapor yang dinilai tidak punya hak atas materi pasal yang disangkakan pada terlapor.

“Pelapor Nortje Moniung bukan anggota keluarga yang berhak atas dana duka yang disangkakan. Yang berhak melapor adalah istri almarhum dan para anak kandung. Anehnya, laporan ini diterima dan langsung diproses oleh penyidik,” kata Meity Ratar, salah satu anak kandung Almarhum Pendeta Eddy Ratar STh (Sarjana Theologia). Diketahui Pendeta Eddy Ratar meninggal dunia pada 04 Februari 2021 di Desa Raringis Utara, Kecamatan Langowan Barat, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Selaku akan kandung almarhum, Meity mengaku baru mengetahui perkara itu dari para tersangka.

“Harusnya keluarga kami dimintai pendapat atau keterangan. Karena kami berhak untuk itu. Kasihan pada Panitia Pembangunan GPdI (Gereja Panteskosta di Indonesia) Victory Raringis Utara yang dijadikan tersangka. Tak dapat dipercaya, ternyata ada oknum yang tega melapor disaat mereka tengah berjuang membantu kami yang berduka untuk membangun makam orang tua (papi) kami,” tuturnya.

“Saya menangis mendengar keluhan para tersangka yang menjalani pemeriksaan dikantor polisi. Padahal mereka orang-orang baik yang hatinya tulus untuk membantu kami,” ucap Meity.

Read Previous

Dua Artis Nasional Ini Yakin pada Kemampuan CSWL

Read Next

Caroll Ajak Tanggalkan Perbedaan Semasa Pilkada