Kasus All England, RI Laporkan BWF ke Arbitrase Internasional
Ketua Umum NOC Raja Sapta Oktohari akan melaporkan BWF ke CAS. (foto: cnnindonesia/adhiwicaksono)

Kasus All England, RI Laporkan BWF ke Arbitrase Internasional

OLAHRAGA

JAKARTA, publikreport.com – Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (NOC), Raja Sapta Oktohari akan melaporkan kasus yang dialami Indonesia di All England ke Pengadilan Arbitrase Olahraga Internasional (CAS). Segala upaya dilakukan pihak Indonesia, salah satunya NOC, untuk mendapatkan keadilan terkait kasus yang menimpa tim Indonesia di All England.

“Kami melihat apa yang dilakukan BWF sangat tidak profesional. Kami sudah komunikasi dengan PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Indonesia), Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga), Kemenlu (Kementerian Luar Negeri), Asian Badminton Federation dan kami akan teruskan skandal ini ke Pengadilan Arbritase Olahraga Internasional,” tegas Raja Sapta Oktohari.

BWF sebelumnya memberikan pernyataan bahwa Tim Indonesia tak bisa melanjutkan turnamen All England setelah mendapatkan email dari National Health Service (NHS) Pemerintah Inggris untuk melakukan isolasi selama 10 hari.

Hal itu dikarenakan saat penerbangan ke Inggris pada Sabtu 13 Maret 2021, lalu, dianggap terdapat penumpang yang dinyatakan positif Covid-19 (Coronavirus Disease 2019) dalam pesawat ditumpangi tim Indonesia.

“Karena apa yang dilakukan [BWF] telah melukai masyarakat indonesia, yang notabene merupakan aset terbesar cabor (cabang olahraga) badminton. Apa begini BWF menjaga aset terbesarnya,” ujar Raja.

Raja berharap BWF meminta maaf dan bertanggung jawab terhadap atlit Indonesia yang sampai hari ini masih dikarantina di Birmingham.

“Kami akan teruskan stakeholder ke OCA [Dewan Olimpiade Asia] dan IOC [Komite Olimpiade Internasional] supaya kejadian tidak terulang. Target utama kita memastikan apa yang terjadi di Indonesia tidak diulangi oleh BWF dan BWF harus tanggung jawab atas kelalaian dan keteledoran,” jelasnya.

Raja menegaskan bahwa apa yang dialami atlet Indonesia akan menjadi catatan dunia terkait ketidakprofesionalan BWF.

“Tak ada celah bagi mereka untuk saling menyalahkan, ini fakta, bahwa anak-anak kita diperlakukan seperti yang diketahui. Ini jadi catatan dunia dan komplen ketidakprofesionalan BWF,” ucapnya.

Raja yakin arbitrase salah satu opsi yang bisa diambil bagi Indonesia untuk mendapatkan keadilan.

“Kemarin kita sudah komunikasi dengan Asian Badminton Federation, layangkan surat kepada BWF dan NOC Inggris. Kami komunikasi dengan OCA dan IOC, terkait skandal di All England dan ini tidak akan berhenti di sana sampai BWF mengakui ketelodoran ini disebabkan mereka dan mereka wajib minta maaf ke masyarakat Indonesia. Kita butuh keadilan dan transparansi terkait atlet kita,” katanya.

China Ikut Kecewa Indonesia Dipaksa Mundur dari All England