Kasus Pemecah Ombak, Kejati Serahkan 3 Tersangka ke Kejari Minut
Ilustrasi.

Kasus Pemecah Ombak, Kejati Serahkan 3 Tersangka ke Kejari Minut

HUKUM

MANADO, publikreport.com – Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara (Sulut) melakukan tahap dua dengan menyerahkan tiga tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) proyek pemecah ombak/penimbunan pantai di Desa Likupang, kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Minahasa Utara (Minut).

Penyerahan tersangka dan barang bukti dari penyidik Kejati Sulawesi Utara ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Minut bertempat di Kantor Kejati Sulut, Jalan 17 Agustus Manado, Kamis 25 Januari 2018.

“Penyerahan tersangka tersebut dilakukan setelah JPU Kejati Sulut menyatakan perkara tersebut telah lengkap terpenuhi syarat formil dan materil dan P21,” jelas Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sulut Mohammad Rawi SH, MH didampingi Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) Yoni E Malaka SH.

Tiga tersangka yang diserahkan, masing-masing RT selaku mantan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabuapten Minut yang juga selaku KPA, SHS selaku PPK dan RH selaku Direktur PT MMH, pelaksana proyek.

Akibat perbuatan para tersangka, menurut M Rawi, negara dirugikan sekitar Rp8,8 miliar sesuai hasil perhitungan kerugian negara oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sulut.

Dalam perkara tersebut para tersangka diduga telah menyalahgunakan wewenang dan melawan hukum dalam pekerjaan proyek pemecah ombak/penimbunan pantai di Desa Likupang dengan dana bersumber dari APBD Kabupaten Minut Tahun Anggaran (TA) 2016 dengan pagu sekitar Rp15 miliar.

Tinggalkan Balasan