You are currently viewing Kasus Uang Palsu, IS Terancam 15 Tahun Penjara
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kauditan, Inspektur Satu (Iptu) Ahmad Bastari didampingi Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Hubungan Masyarakat (Humas) Kepolisian Resort (Polres) Minahasa Utara (Minut), Iptu Poltje Moningkey pada konferensi pers tentang pembuatan dan pengedaran uang palsu oleh IS, Selasa 17 September 2019.

Kasus Uang Palsu, IS Terancam 15 Tahun Penjara

KRIMINALITAS

AIRMADIDI, publikreport.com – Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kauditan, Inspektur Satu (Iptu) Ahmad Bastari mengungkapkan, pria berinisial IS (53), warga Lingkungan VII, Kelurahan Kombos Timur, Kecamatan Singkil, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terancam hukuman penjara 15 tahun. IS merupakan tersangka kasus uang palsu yang diamankan polisi pada Jumat 13 September 2019 di Pasar Tradisional Kauditan.

Tersangka dijerat dijerat pasal 244 KUHP sub pasal 245 KUHP tentang Tindak Pidana Mengedarkan Uang Palsu, dengan pencegahan hukuman 15 tahun penjara,” ungkap Iptu Ahmad Bastari yang didampingi Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Hubungan Masyarakat (Humas) Kepolisian Resort (Polres) Minahasa Utara (Minut), Iptu Poltje Moningkey pada konferensi pers tentang pembuatan dan pengedaran uang palsu oleh IS, Selasa 17 September 2019.

Tersangka saat beraksi, menurut Ahmad, menggunakan uang palsu dan uang asli. Dari tangan tersangka polisi mengamankan uang palsu yang terdiri 29 lembar pecahan Rp100 ribu, dan 41 lembar pecahan Rp50 ribu. Sedangkan uang pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu yang didapati dari tersangka saat itu, telah diperiksa di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kauditan dan hasilnya palsu.

BACA JUGA: Uang Palsu Beredar di Pasar, PUD Klabat Edukasi Pedagang

Petugas juga mengamankan sejumlah uang asli, yakni 4 lembar Rp100 ribu, 4 lembar Rp50 ribu, 9 lembar Rp20 ribu, 8 lembar Rp10 ribu, 9 lembar Rp5 ribu, 21 lembar Rp2 ribu dan 2 lembar Rp1.000

Uang asli tersebut diduga kuat dicampur dengan uang palsu saat bertransaksi untuk mengelabui korban,” jelas Ahmad.

Tersangka mengaku uang palsu tersebut dibuatnya sendiri. Dijelaskannya, beberapa bahan dan alat yang digunakan terdiri dari kertas HVS F4 70 gram, pewarna makanan, mistar besi, pisau pemotong, minyak M3, kuas, mesin pencetak (printer) dan kaca.

Polisi, Ahmad menambahkan, juga sudah meminta keterangan dari Suryani selaku pelapor serta dua saksi Harsono Gobel dan Mirdad Kadir.

Kami mengimbau masyarakat agar berhati-hati saat menerima uang. Alangkah baiknya jika dicek secara detil. Jika mendapati uang palsu, segera laporkan ke pihak berwajib,” imbaunya. | ALFIAN TEDDY

Leave a Reply