Kasus UKIT dan Wibawa GMIM
Kantor Sinode GMIM di Kuranga, Kelurahan Talete II, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara.

Kasus UKIT dan Wibawa GMIM

TOMOHON, publikreport.com – Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) yang didirikan pada tahun 1965, (dulunya) merupakan salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terkemuka di Indonesia Timur. Sayang, PTS milik Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) ini mengalami keterpurukan akibat dualisme pengelolaan dari yayasan sah berdasarkan statuta.

Kedua yayasan yang mulai bentrok pada tahun 2003 tersebut adalah Yayasan Perguruan Tinggi Kristen (YPTK) dan Yayasan Ds. AZR Wenas. Puncak bentrokan terjadi pada hari Kamis tanggal 11 Juli 2019. Dipimpin langsung Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM, Pendeta Dr Hein Arina, jajaran pengurus BPMS yang dikawal personil Kepolisian Resort (Polres) Tomohon melakukan penyegelan Kampus UKIT YPTK yang berada di Bukit Inspirasi Tomohon, Kelurahan Talete II, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Ini milik GMIM dengan Sertifikat Hak Milik nomor 110. Diambil untuk direhabilitasi agar lebih layak untuk digunakan,” kata Hein Arina saat itu.

BACA JUGA: Terpidana Kasus Block Grant UKIT Bersuara