You are currently viewing Kejar Pendapatan, Pemkot Tomohon (Akan) Gunakan Unsur Paksa
Ilustrasi PAD.

Kejar Pendapatan, Pemkot Tomohon (Akan) Gunakan Unsur Paksa

Masyarakat Kota Tomohon akan dipaksa pemerintah daerahnya agar rajin membayar pajak daerah maupun retribusi lainnya. Pemaksaan ini sudah dilakukan maupun akan dilakukan bekerjasama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Tomohon.

Penggunaan unsur paksa ini karena Pemerintah Kota Tomohon melihat pendapatan dari sektor pajak daerah realisasi terbilang minim. Pemilik rumah makan dan pengusaha galian c menjadi target utama.

“Pembicaraan dengan pihak Kejaksaan (Negeri) Tomohon sudah dilakukan. Dalam waktu dekat Memorandum of Understanding (Mou) sudah akan ditandatangani. Dengan kerjasama ini kami menyerahkan ke kejaksaan selaku Jaksa Pengacara Negara untuk mengusut para penunggak pajak daerah,” ungkap Sekretaris Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Tomohon, Johnson Liuw kepada publikreport.com belum lama ini.

Padahal sebagaimana penjelasan Johnson, realisasi pajak dari rumah makan sangat menggembirakan. Parah adalah realisasi pajak dari pengusaha galian c.

Jadi pertanyaan, jika pajak rumah makan realisasinya bagus kenapa pemerintah akan menggunakan unsur paksa. Kan tidak semua pengelola rumah makan di Kota Tomohon adalah pengusaha dengan modal besar.

BACA JUGA: Pengusaha Galian C di Tomohon ‘Malas‘ Bayar Pajak Daerah

Leave a Reply