Kelestarian Danau Linow PT PGE Diminta Bertanggung Jawab
Danau Linouw di Kelurahan Lahendong, Kecamatan Tomohon Selatan, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). (foto: publikreport.com)

Kelestarian Danau Linow PT PGE Diminta Bertanggung Jawab

TOMOHON, publikreport.com – PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Lahendong serta perusahaan maupun mereka yang mendapat manfaat/profit dari Danau Linow diminta supaya bertanggung jawab atas kelestarian Danau Linow yang telah menjadi destinasi wisata andalan Kota Tomohon. Selain kelestarian Danau Linow, PT PGE Area Lahendong juga diminta bertanggung jawab atas persawahan di sekitar danau yang kini tak bisa ditanami/diolah petani lagi karena disinyalir telah terjadi pencemaran air dan tanah.

“Mulai punahnya ikan endemik Danau Linow terjadi sejak PT PGE Area Lahendong melakukan pengeboran panas bumi sejak tahun 1980-an. Juga sekitar sepuluh hektar sawah tak bisa ditanami lagi karena diduga tanah dan air telah tercemar. Mirisnya lagi masyarakat Lahendong yang sebelumnya boleh dikatakan sebagai nelayan, kini tidak bisa lagi menangkap/mengambil ikan dari danau itu,” ungkap Tokoh Masyarakat Kelurahan Lahendong, Laurens Mende kepada publikreport.com.

Herannya, Laurens menegaskan, kendati indikasi pencemaran air dan tanah jelas terjadi, sebagaimana amatan sebagian masyarakat Lahendong, namun PT PGE Area Lahendong seakan tidak mau bertanggung jawab. Berbagai pertemuan baik yang diselenggarakan PT PGE Area Lahendong, instansi terkait Pemerintah Kota Tomohon dengan mengundang Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) maupun akademisi dari perguruan tinggi ternama di Manado seakan-akan sekedar pembenaran bahwa tidak terjadi pencemaran di Danau Linow dan sekitarnya.

“Sampai sekarang pihak perusahaan tidak pernah mengakui. Padahal di tingkat akar rumput masyarakat Lahendong dan sekitarnya tentang pencemaran lingkungan ini telah menjadi perguncingan. Tapi apa daya, kami hanya masyarakat kecil. Namun, kami tetap akan berjuang sampai PT PGE Area Lahendong bertanggung jawab. Mari duduk bersama membicarakan kelestarian lingkungan Danau Linow,” tegas Laurens.

“Dampak dari adanya pencemaran lingkungan ini, mungkin belum terasa langsung sekarang ini. Tapi ingat, sembilan puluh persen masyarakat mengkonsumsi air sumur dari resapan Danau Linow dan coba rasakan air sumur warga sekarang. Efeknya mulai ada,” sambung Laurens yang berprofesi sebagai pengacara.

BACA JUGA: Indahnya Danau Linow

BACA JUGA: Danau Linouw Kian Menarik, Satwa Endemik Terancam