You are currently viewing Kepala Kantor Pajak Ambon Dibebastugaskan
Kepala KPP Pratama Ambon La Masikamba (kedua kiri) yang ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Ambon, tiba untuk menjalani pemeriksaan di Jakarta, Kamis, 04 Oktober 2018. KPK melakukan OTT terkait dugaan kasus suap dengan tujuan pengurangan pembayaran pajak. (Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay/aww).

Kepala Kantor Pajak Ambon Dibebastugaskan

HUKUM

JAKARTA, publikreport.com – Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Ambon La Masikamba yang telah ditetapkan sebagai tersangka suap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi terkait wajib pajak orang pribadi tahun 2016 di KPP Pratama Ambon, Maluku, dibebastugaskan.

“Setelah yang bersangkutan dinyatakan tersangka kami akan segera membebastugaskan yang bersangkutan dari jabatan yang sekarang dan nantinya kalau sudah ‘inkracht’ tindak pidananya akan diproses pemecatan dari pegawai negeri sipil,” kata Direktur Jenderal Pajak Robert Pakpahan saat konferensi pers di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta, Kamis, 04 Oktober 2018.

Robert menyatakan pihaknya sangat terpukul dan kecewa dengan kejadian tersebut. Kekecewaaan dirasakan khususnya para pegawai lain yang masih bekerja dengan jujur.

“Kami dalam hal ini akan mendukung KPK untuk menyelesaikan menuntaskan persoalan yang terkait dengan OTT. Kepala kantor dan mungkin beberapa pegawai di dalam memberikan informasi yang diperlukan (KPK),” kata Robert.

Ia pun menyatakan Ditjen Pajak akan terus memperbaiki manajemen, tata kelola dan pelaksanaan tugas berbagai proses sehingga pengawasan dan pelaksanaan tugas di berbagai titik bisa terawasi dengan baik.

Menurut dia, pemeriksaan wajib pajak merupakan salah satu yang rawan adanya praktik suap.

“Kasus yang terjadi di Ambon ini adalah terkait pemeriksaan wajib pajak dan pemeriksaan adalah salah satu proses bisnis yang memang rawan adanya suap. Karena itu kami akan terus memperbaiki mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan pemeriksaan ini dengan lebih transparan lagi,” katarnya.

KPK juga angat menyesalkan peristiwa dugaan suap terhadap pejabat pemeriksa pajak yang masih berulang.

“Pejabat yang memiliki peran strategis untuk mengawal target penerimaan pajak dengan memastikan tidak terjadinya kebocoran penerimaan negara dari sektor pajak, justru menyimpangkannya untuk kepentingan pribadi dan kelompok,” kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif dalam kesempatan sama.

Menurut dia, pajak yang merupakan sumber penerimaan negara yang seharusnya dapat dimanfaatkan negara untuk membangun dan meningkatkan kesejahteraan rakyat, akhirnya hanya dinikmati oleh segelintir orang dengan cara curang seperti itu.

“Kami juga mengingatkan kembali kepada wajib pajak agar menghentikan praktik suap seperti ini. Jika menerima permintaan atau upaya pemerasan dari pemeriksa atau petugas pajak agar dilaporkan kepada penegak hukum,” kata Syarif.

KPK telah menetapkan tiga tersangka, yaitu diduga sebagai pemberi pemilik CV AT Anthony Liando (AL) serta dua orang diduga sebagai penerima masing-masing Kepala KPP Pratama Ambon La Masikamba (LMB) dan supervisor atau pemeriksa pajak KPP Pratama Ambon Sulimin Ratmin (SR).

Leave a Reply