Kerangka manusia ditemukan di Perkebunan Desa Kayuroya, Kecamatan Lembean Timur, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Jumat 12 Juli 2019, sekitar pukul 15.30 WITA. Kepolisian langsung mendatangi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta mengevakuasi kerangka manusia itu yang teridentifikasi adalah seorang pria bernama Jefry Bokian (58), warga desa setempat.
Kerangka manusia ditemukan di Perkebunan Desa Kayuroya, Kecamatan Lembean Timur, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Jumat 12 Juli 2019, sekitar pukul 15.30 WITA. Kepolisian langsung mendatangi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta mengevakuasi kerangka manusia itu yang teridentifikasi adalah seorang pria bernama Jefry Bokian (58), warga desa setempat.

Kerangka Manusia Ditemukan di Perkebunan

TONDANO, publikreport.com – Warga Kayuroya, Kecamatan Lembean Timur, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Jumat 12 Juli 2019, sekitar pukul 15.30 WITA, dihebohkan dengan penemuan kerangka manusia di perkebunan desa setempat.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Lembean Timur, Inspektur Satu (Iptu) Eko Sutarman mengatakan, setelah menerima informasi, pihaknya langsung mendatangi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta mengevakuasi.

Dari penelusuran polisi ternyata rangka manusia itu adalah seorang pria bernama Jefry Bokian (58), warga Desa Kayuroya.

Kerangka manusia ini ditemukan pertama kali oleh Jerry Bokian yang merupakan anak kandung Jefry Bokian. Sore itu Jerry hendak memotong bambu untuk dibuat tangga, yang akan digunakan untuk memetik cengkih atas permintaan kakeknya. Namun Jerry dikejutkan dengan terlihatnya kerangka manusia di perkebunan. Ia langsung memberitahukan hal tersebut kepada pihak pemerintah dan kepolisian setempat.

Saat pertama kali menemukan, Jerry tak menyangka bahwa kerangka tersebut adalah ayahnya. Namun setelah melihat gelang hitam dan kaos yang ditemukan di sekitar TKP, Jerry memastikan bahwa kerangka tersebut adalah ayah kandungnya. Ia menjelaskan, gelang hitam itu biasanya diikat di pergelangan kaki kanan ayahnya.

Jerry mengatakan, terakhir bertemu dengan ayahnya pada Juli 2018 silam. “Ayah saya memiliki riwayat sakit malaria tropika,” ujarnya lirih.

Leave a Reply