PUBLIKREPORT.com

Kisah Opa Laurens, Seorang Penyapu Jalan di Tomohon

INGIN ARTIKEL DIBACAKAN: https://publikreport.com

“Saya sudah sembilan tahun jadi penyapu jalan. Ini demi menghidupi keluarga”

TOMOHON, publikreport.com – Di saat warga kota di kaki Gunung Lokon dan Mahawu masih tidur pulas dengan mimpi indah maupun buruk masing-masing,  Opa Laurens Montolalu (74), telah bangun seraya mempersiapkan diri dengan peralatan sapu lidi, skep, tas plastik, jas hujan, sepatu buts, serta topi dan senter di tengah malam.

Dinginnya angin yang menerpa seakan tak dirasakan Opa Laurens yang berjalan ke area yang akan dibersihkannya, yakni mulai dari persimpangan sekitar Sineleyan hingga taman kota Tomohon. Tengah malam, sekitar jam 01.00 WITA, Opa Laurens dengan dibantu isterinya, mulai menggerak-gerakkan sapu lidi dan skep mengumpulkan berbagai jenis sampah di jalanan dan dimasukkan dalam tas plastik. Tak nampak perasaan jijik atau raut muka malu ketika keduanya mengangkat berbagai jenis sampah.

“Ini sudah seperti olahraga bagi saya,” kata Opa Laurens kepada publikreport.com yang mewawancarainya pada Sabtu 20 Januari 2018 dinihari.

BACA JUGA: Oma Altje, Tibo Tangguh di Pasar Tomohon

Penyapu jalan sudah biasa dilakoni Opa Laurens yang bertempat tinggal di Lingkungan III Kelurahan Talete I Kecamatan Tomohon Tengah Kota Tomohon Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Dinginnya angin yang berhembus tak dirasakannya. Malah keringat bercucuran, walau diselingi dengan nafas terengah-engah dan mata sayu dari pria tua itu.

Namun, senyum ramah dan menawan tetap tergambar dari wajah tuanya.

“Saya sudah sembilan tahun jadi penyapu jalan. Ini demi menghidupi keluarga,” ucapnya.

BACA JUGA: 20 Tahun, Opa Saul Jadi Kusir Bendi

Di samping Opa Laurens, nampak wanita tua yang juga masih gesit menyapu dan mengangkat sampah di jalanan.

“Saya dibantu isteri. Jika tidak dibantu isteri, selesainya lama bisa sampai matahari terbit,” jelas Opa Laurens.

Membersihkan jalanan dari sampah dijalani Opa Laurens bersama isterinya hingga jam 04.00 WITA dini hari.

BACA JUGA: Jerat Pidana Jika Menumpuk Sampah di Pinggir Jalan
BACA JUGA: Sanksi Membuang Sampah/Limbah Medis Sembarangan

Setelah membersihkan jalanan, Opa Laurens ternyata masih mengolah lahan pertanian yang bukan miliknya. Luar Biasa!

Bertani dilakoni Opa Laurens, karena gaji yang didapatkan sebagai penyapu jalan tidak cukup membiayai kehidupan keluarganya yang terbilang banyak.

“Yah, kalau hanya mengharap gaji dari menyapu jalan, bisa dikatakan kecil,” katanya.

BACA JUGA: Mereka di Kaki Menara Alfa Omega

Kehidupan keras yang dihadapi Opa Laurens dan isterinya ini semata-mata agar kebersihan lingkungan tetap terjaga dan Kota Tomohon terlihat indah.

BACA JUGA: Sampah
BACA JUGA: Jurnalis Dilarang Kunjungi TPST Tara-tara

Opa Laurens Montolalu, salah satu penyapu jalan di Kota Tomohon berharap ada kesadaran warga terkait kebersihan dan lingkungan hidup. Terutama sampah rumah tangga. (Foto: Yelly Prisilia/publikreport.com)
Opa Laurens Montolalu, salah satu penyapu jalan di Kota Tomohon berharap ada kesadaran warga terkait kebersihan dan lingkungan hidup. Terutama sampah rumah tangga. (Foto: Yelly Prisilia/publikreport.com)

Selaku pembersih jalan, Opa Laurens mengaku kerap kecewa dengan perilaku warga yang tidak sadar akan pentingnya memelihara kebersihan dan lingkungan. Masih ada warga yang dengan sembarangan membuang sampah rumah tangga.

“Sudah ada petugas yang akan mengangkut sampah. Namun, masih saja ada yang membuang sampah sembarangan,” tuturnya kecewa. “Saya berharap masyarakat meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebersihan lingkungan,” tambahnya.

BACA JUGA: Bertahun-tahun Trotoar Ini Dikeluhkan Warga

Kepada Dinas Lingkungan Hidup Kota Tomohon, Opa Laurens berharap ada kepedulian terkait perlengkapan kerja yang sehari-hari mereka pakai.

“Selama saya bekerja, baru dua kali diberikan perlengkapan,” ungkapnya. YELLI PRISILIA

BACA JUGA: Masih Banyak Pustu/Poskesdes yang Terbengkalai
BACA JUGA: Pustu/Poskesdes Terlantar, Kepala Dinas: Jarang Kunjungan Masyarakat
BACA JUGA: Petani Kakaskasen dan Wailan Minta Jalan Ini Diaspal
BACA JUGA: Minta Perbaikan Jalan Pertanian, Petani: Kami Sudah Membuat Pengaduan

 

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Mendagri: 21 Kabupaten Belum Bentuk Tim Pengendali Inflasi

Read Next

Gelapkan Uang Arisan, Nancy Laporkan CAR ke Polisi

Leave a Reply