PUBLIKREPORT.com

Kisah Patung Opo Worang di Kakaskasen

INGIN ARTIKEL DIBACAKAN: https://publikreport.com

“Simpang tiga jalan menuju Kayawu disebut jalan opo Worang. Namun, kebanyakan warga Kakaskasen bahkan warga Tomohon mengenalnya dengan jalan Kayawu”

TOMOHON, publikreport.com – Kota Tomohon terdapat dua patung yang menggambarkan dotu Minahasa tempo dulu, yakni patung opo Worang di Kelurahan Kakaskasen III, Kecamatan Tomohon Utara dan patung opo Tololiu di Kelurahan Matani III, Kecamatan Tomohon Tengah.

Nah, kali ini publikreport.com akan mengulas kisah patung opo Worang di Kakaskasen III, menurut Seniman/Budayawan sekaligus Akademisi Universitas Negeri Manado (Unima), Arie Tulus.

BACA JUGA: Sekelumit Kisah Patung Tololiu di Matani

Arie Tulus, Akademisi Unima/Budayawan. (foto: akun facebook arie tulus)
Arie Tulus, Akademisi Unima/Budayawan. (foto: akun facebook arie tulus)

“Patung opo Worang di Kakaskasen III itu dibuat oleh pematung asli warga Tomohon, yakni Tarci Paat,” jelas Arie saat berbincang dengan publikreport.com, Kamis 14 Februari 2019, malam.

Patung opo Worang ini, menurut Arie, terbuat dari semen, pasir dengan rangka besi. Jenis patung ini tergolong figuratif. Patung berbentuk manusia yang disajikan secara utuh lengkap seluruh anggota tubuhnya. Berbeda dengan jenis patung setengah badan seperti patung Samrat yang ada di kampus Unsrat (Universitas Samratulangi), atau yang ada di Tondano. Patung setengah badan itu, yang tampilannya hanya kelihatan kepala sampai dada seperti pas foto biasa disebut patung dada.

BACA JUGA: Nawanua, Negeri Tua Kakaskasen

Patung opo Worang yang berada di simpang tiga jalan menuju Kelurahan Kayawu, Arie mengisahkan, dibangun atas prakarsa Gubernur Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Hein Viktor Worang, sebagai tanda penghargaan terhadap dotu Worang di Kakaskasen. Yang mana  hingga sekarang waruga (makam kuno Minahasa, red) dotu Worang berada di jalan Kayawu (jalan opo Worang), tepatnya di simpang tiga, samping Kantor Kecamatan Tomohon Utara.

“Simpang tiga jalan menuju Kayawu disebut jalan opo Worang. Namun, kebanyakan warga Kakaskasen bahkan warga Tomohon mengenalnya dengan jalan Kayawu,” katanya.

BACA JUGA: Hein Victor Worang (Kembi)

Waruga opo Worang di simpang tiga, samping Kantor Kecamatan Tomohon Utara (jalan opo Worang atau warga mengenalnya dengan jalan Kayawu). Waruga ini sebelumnya berada di negeri tua Kakaskasen, yakni Nimawanua (kini kompleks Seminari Kakaskasen) lalu dipindahkan semasa Gubernur Sulut Hein Viktor Worang. (foto: Donny/publikreport.com)
Waruga opo Worang di simpang tiga, samping Kantor Kecamatan Tomohon Utara (jalan opo Worang atau warga mengenalnya dengan jalan Kayawu). Waruga ini sebelumnya berada di negeri tua Kakaskasen, yakni Nimawanua (kini kompleks Seminari Kakaskasen) lalu dipindahkan semasa Gubernur Sulut Hein Viktor Worang. (foto: Donny/publikreport.com)

Di masa Gubernur Sulut, Hein Viktor Worang, diakui Arie, banyak dibangun patung yang erat kaitannya dengan dotu-dotu Minahasa.

BACA JUGA: Wilayah Bukit Inspirasi Awal Mula Peradaban Minahasa?

Terpisah, Sejarawan/Budayawan Minahasa, Adrianus Kojongian mengatakan, opo Worang adalah sosok pahlawan Tombulu dan Balak Kakaskasen. Waruganya berada di negeri tua Kakaskasen, yakni Nimawanua (kini kompleks Seminari Kakaskasen) lalu dipindahkan semasa Gubernur Sulut Hein Viktor Worang.

Sementara, Adrianus menambahkan, versi lain menyebut yang dimaksud adalah Tonaas Wungkar atau Bungkar, Kepala Kakaskasen di tahun 1600an. Atau bahkan Worung, pahlawan Kakaskasen yang terlibaty dalam perang kerajaan Bolaang. DORANG

BACA JUGA: ‘Pabrik-pabrik’ Waruga di Tomohon Tempo Dulu

 

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Ratusan Kendaraan Dinas Diperiksa BPK

Read Next

Dua Parpol Terancam Tak Terima Bantuan

Leave a Reply