Kisah Patung Opo Worang di Kakaskasen
Patung opo Worang yang berada di simpang tiga, Kelurahan Kakaskasen III (depan Mako Rindam Kodam XIII/Merdeka) menuju Kelurahan Kayawu,. Jalan ini disebut jalan opo Worang. (foto: publikreport.com)

Kisah Patung Opo Worang di Kakaskasen

Kota Tomohon terdapat dua patung yang menggambarkan dotu Minahasa tempo dulu, yakni patung opo Worang di Kelurahan Kakaskasen III, Kecamatan Tomohon Utara dan patung opo Tololiu di Kelurahan Matani III, Kecamatan Tomohon Tengah.

Nah, kali ini publikreport.com akan mengulas kisah patung opo Worang di Kakaskasen III, menurut Seniman/Budayawan sekaligus Akademisi Universitas Negeri Manado (Unima), Arie Tulus.

“Patung opo Worang di Kakaskasen III itu dibuat oleh pematung asli warga Tomohon, yakni Tarci Paat,” jelas Arie saat berbincang dengan publikreport.com, Kamis 14 Februari 2019, malam.

Patung opo Worang ini, menurut Arie, terbuat dari semen, pasir dengan rangka besi. Jenis patung ini tergolong figuratif. Patung berbentuk manusia yang disajikan secara utuh lengkap seluruh anggota tubuhnya. Berbeda dengan jenis patung setengah badan seperti patung Samrat yang ada di kampus Unsrat (Universitas Samratulangi), atau yang ada di Tondano. Patung setengah badan itu, yang tampilannya hanya kelihatan kepala sampai dada seperti pas foto biasa disebut patung dada.

Patung opo Worang yang berada di simpang tiga jalan menuju Kelurahan Kayawu, Arie mengisahkan, dibangun atas prakarsa Gubernur Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Hein Viktor Worang, sebagai tanda penghargaan terhadap dotu Worang di Kakaskasen. Yang mana  hingga sekarang waruga (makam kuno Minahasa, red) dotu Worang berada di jalan Kayawu (jalan opo Worang), tepatnya di simpang tiga, samping Kantor Kecamatan Tomohon Utara.

“Simpang tiga jalan menuju Kayawu disebut jalan opo Worang. Namun, kebanyakan warga Kakaskasen bahkan warga Tomohon mengenalnya dengan jalan Kayawu,” katanya.

Di masa Gubernur Sulut, Hein Viktor Worang, diakui Arie, banyak dibangun patung yang erat kaitannya dengan dotu-dotu Minahasa.

BACA JUGA: Nawanua, Negeri Tua Kakaskasen

BACA JUGA: Sekelumit Kisah Patung Tololiu di Matani

Leave a Reply