Alex E. Kawilarang.
Alex E. Kawilarang.

Alex Evert Kawilarang

Nama: Alexander Evert Kawilarang (alias Alex alias Lex)
TTL   : Mestercornelis Jatinegara Jakarta, 23 Februari 1920
TTM : Jakarta, 6 Juni 2000

Tahun 1941 ia masuk Akademi Militer Kerajaan Belanda yang waktu itu dibuka secara darurat di Bandung karena negeri Belanda waktu itu telah dijajah Jerman dalam Perang Dunia kedua.

Di antara kadet-kadet tersebut ada tujuh orang Indonesia yang disiapkan menjadi serdadu infanteri seperti A.H. Nasution, Rachmat Kertakusuma, Andre Mantiri, satu di prajurit zeni yaitu TB Simatupang, satu di artileri yaitu Askari.

Pada saat Jepang menduduki Hindia Belanda, seluruh tentara KNIL ditawan, termasuk diantaranya adalah Alex Kawilarang. Lalu ia dan beberapa temannya melarikan diri dari kamp tawanan.

Setelah mendengar Indonesia merdeka, ia menjadi opsir penghubung dengan Pasukan Inggris di Jakarta (dengan pangkat Mayor). Sesudah itu ia menjadi Kepala Staf Resimen Bogor dengan pangkat Letkol sejak bulan Januari 1946. Sesudah itu ia menjadi Komandan Resimen Infanteri Bogor pada bulan April-Mei 1946, lalu menjadi Komandan Brigade II/Suryakencana di Sukabumi-Bogor-Cianjur sejak bulan Agustus 1946. Ajudannya adalah Yogie S. Memet yang kelak menjadi Menteri RI.

Pada tahun 1948-1949 menjadi Komandan Brigade I Divisi Siliwangi di Yogyakarta lalu dipindahkan ke Sumatera menjadi Komandan Sub Teritorium VII/Tapanuli Sumatera Timur Selatan sejak tanggal 28 November 1948.

Anak buahnya di situ adalah Mayor Maraden Panggabean yang kelak menjadi Panglima ABRI. Sedangkan ajudannya sejak ia dari Jawa Barat adalah Yogie S. Memet yang kemudian menjadi menteri. Menurut cerita, anak buahnyalah yang membunuh Panglima KNIL di Indonesia yaitu Jenderal Spoor di jalan antara Sibolga Medan.

Pada tahun 1949-1950 ia diangkat menjadi Gubernur Militer Aceh & Sumut merangkap Wakil Koordinator Keamanan (Sejak 28 Des 1949) Komandan Territorium I/Sumatera Utara dengan pangkat Kolonel lalu menjadi Panglima Tentara & Territorium I Bukit Barisan di Medan sejak 21 Februari 1950.

Setelah itu ia menjadi Panglima Tentara & Teritorium VII/Indonesia Timur yang pertama. Sejumlah besar anak buahnya kelak menjadi orang besar, antara lain Presiden Soeharto, ajudan Jenderal Yogie S. Memet, ajudan Jenderal M. Jusuf, Jenderal M. Panggabean. | STENLYADDY.BLOGSPOT.co.id

Leave a Reply