Konflik Sawit di Desa Lolak, Bolaang Mongondow
Konsesi sawit PT ASI yang mendapat penolakan warga kecamatan Lolak, Bolaang Mongondow, Sulut. (Foto: Ade Saputra Lundeto/Mongabay Indonesia)

Konflik Sawit di Desa Lolak, Bolaang Mongondow

BOLMONG, publikreport.com – Aliansi Mahasiswa Bolaang Mongondow Raya (Ambor) menggelar unjuk rasa di Kantor Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Kamis, 22 November 2018. Dalam aksi itu, mereka menyatakan penolakan terhadap rencana pengembangan kelapa sawit di Kecamatan Lolak.

Mahasiswa khawatir, pengembangan kelapa sawit akan berdampak buruk bagi lingkungan dan perekonomian warga sekitar. Dalam petisi Aliansi Mahasiswa Bolaang Mongondow Raya yang diterima Mongabay Indonesia disebutkan, rencana pengembangan kelapa sawit berlokasi di empat desa, yaitu Lolak, Lolak Tomolango, Padang Lalow dan Lolak II, Kecamatan Lolak.

Di wilayah itu, pemerintah kabupaten telah memberi lampu hijau lewat keputusan Bupati Bolaang Mongondow Nomor 31/2011 tentang Izin Usaha Perkebunan PT Anugerah Sulawesi Indah (ASI). Sementara, dalam sertifikat Hak Guna Usaha, lahan yang menjadi wilayah konsesi perusahaan diperkirakan seluas 609,91 hektar.

Bagi mahasiswa, izin pengembangan kelapa sawit yang dikeluarkan pemerintah kabupaten tidak mempertimbangkan aspirasi dan perekonomian masyarakat setempat. Sebab, di lokasi yang akan ditanami sawit telah terdapat perkebunan kelapa yang masih produktif, yang diperkirakan mencapai 22ribu pohon. Dengan jumlah itu, dalam sekali panen, warga bisa mengumpul sekitar 318.375 kelapa.

Selain itu, mereka juga mengkhawatirkan dampak negatif sawit terhadap lingkungan, misalnya potensi penurunan kualitas lahan yang disertai erosi, hama dan penyakit. Sawit juga disebut sebagai jenis tanaman yang rakus air.

“Lokasi perkebunan sawit berada tepat di ibukota kabupaten dan dekat dengan pemukiman masyarakat. Sehingga, dampak yang akan ditimbulkan langsung dapat dirasakan oleh masyarakat setempat,” demikian disebutkan dalam petisi Aliansi Mahasiswa Bolaang Mongondow Raya.