You are currently viewing Kurir Sabu Antar Provinsi Dibekuk
Kepala Kepolisian Resort Kota (Kapolresta) Manado, Komisaris Besar (Kombes) Benny Bawensel yang didampingi Kepala Satuan (Kasat) Reserse Narkoba, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Temmy Toni, pada konferensi pers, Kamis 24 Oktober 2019, menunjukan barang bukti Narkoba jenis sabu yang berhasil diamankan saat menangkap tersangka IY alias Yusuf (32). Yusuf diduga merupakan kurir sabu jaringan antar provinsi ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polresta Manado di Desa Tateli, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa.

Kurir Sabu Antar Provinsi Dibekuk

KRIMINALITAS

MANADO, publikreport.com – Sindikat jaringan antar kota, antar provinsi berhasil dibongkar Satuan Reserse Narkoba (Narkotika dan Obat-obatan terlarang). Sindikat ini sudah lama menjadi incaran kepolisian, hingga Jumat 08 Oktober 2019, bertempat Desa Tateli, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), berhasil membekuk, IY alias Yusuf (32) yang diduga merupakan kurir sabu antar provinsi. Yusuf tercatat merupakan warga, Lingkungan V, Kelurahan Teling Atas, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Cukup lama kami melakukan penyelidikan kasus ini. Jaringan sindikat antar kota, antar provinsi ini mengambil barang (sabu) dari Kota Palu (Provinsi Sulawesi Tengah),” ungkap Kepala Kepolisian Resort Kota (Kapolresta) Manado, Komisaris Besar (Kombes) Benny Bawensel yang didampingi Kepala Satuan (Kasat) Reserse Narkoba, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Temmy Toni pada konferensi pers, Kamis 24 Oktober 2019, di lobi Bharadaksa Mapolresta Manado.

Tersangka Yusuf, menurut Benny, diamankan bersama barang bukti berupa satu paket plastik klip bening yang berisi sabu seberat 6,77 gram. Barang haram tersebut disimpan tersangka di dalam deodorant merk rexona warna kuning saat hendak kembali ke Manado. Selain itu petugas juga mengamankan satu buah timbangan digital warna silver, satu buah kotak hitam tempat penyimpanan timbangan tersebut, satu buah tas ransel warna biru dan satu buah handphone (Hp).

Tersangka ditangkap berawal ketika ia ditawarkan oleh pria berinisial A dan I untuk menjadi kurir Narkoba, dengan imbalan uang Rp50 ribu untuk satu kali transaksi. Tugasnya hanya melepas sabu di suatu tempat dengan imbalan Rp50 ribu,” jelasnya.

Kemudian, Benny melanjutkan, tersangka ‘ditugaskan’ ke Palu, Sulteng untuk menjemput sabu dengan imbalan Rp800 ribu.

Saat kembali ke Manado, tersangka kemudian ditangkap oleh anggota Satuan Reserse Narkoba di Tateli,” terangnya. | ALFIAN TEDDY

Leave a Reply