Perwakilan masyarakat Desa Kampung Ambon saat mengeluhkan proses penjaringan calon Badan Permusyawaran Desa (BPD) mereka di depan Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (DinsosPMD) Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Bobby Najoan dan Camat Likupang Timur, Vandy S Posumah di Kantor DinsosPMD Minut, Rabu 10 Juli 2019. (foto: publikreport.com)
Perwakilan masyarakat Desa Kampung Ambon saat mengeluhkan proses penjaringan calon Badan Permusyawaran Desa (BPD) mereka di depan Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (DinsosPMD) Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Bobby Najoan dan Camat Likupang Timur, Vandy S Posumah di Kantor DinsosPMD Minut, Rabu 10 Juli 2019. (foto: publikreport.com)

Lagi, Pembentukan BPD Ditolak Warga

AIRMADIDI, publikreport.com – Puluhan warga Desa Kampung Ambon, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Rabu 10 Juli 2019, mendatangi Kantor Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat Desa (DinsosPMD) Kabupaten Minut. Mereka mengeluhkan proses penjaringan calon Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di desa mereka yang dinilai tidak sesuai mekanisme.

“Ini masih dalam tahap penjaringan, namun kami dengar kabar jika sudah ada bakal calon BPD. Jadi masalah tersebut kami bawa ke sini,” kata Harry Saloteh, Tokoh Masyarakat Desa Kampung Ambon.

Kedatangan mereka ke DinsosPMD, menurut Harry, adalah untuk meminta kepastian soal ini (BPD).

Kepala DinsosPMD Kabupaten Minut, Bobby Najoan dan Camat Likupang Timur, Vandy S Posumah menerima perwakilan warga di Kantor DinsosPMD.

BACA JUGA: Masyarakat Tanggari Tunggu Tindaklanjut DPRD

BACA JUGA: Seluruh BUMDes di Minut Diperiksa Kejaksaan?

Usai pertemuan, kepada wartawan, Bobby mengatakan, jika kedatangan warga guna mengeluhkan soal persyaratan proses penjaringan nggota BPD Kampung Ambon. “Ini baru proses penjaringan, namun sudah dikeluhkan warga. Warga mengeluh soal persyaratan terkait legalisir dokumen. Namun kita akan coba cari solusi terbaik dengan pihak legislator,” jelasnya.

Camat Likupang Timur, VS Posumah mengatakan, pertemuan ini sebagai tindaklanjut dari hearing (rapat dengar pendapat) antara warga Kampung Ambon dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minut belum lama ini.

BACA JUGA: Masalah BPD Kampung Ambon, Ini Rekomendasi DPRD

“Mereka datang hanya untuk mempertanyakan sejauh mana klarifikasi hasil hearing lalu. Saya hanya mendampingi mereka dan berharap permasalahan tersebut cepat selesai. Jadi tinggal tunggu petunjuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minut melalui Asisten I Bidang Pemerintahan Setdakab,” ujarnya. | GLENLY B

Leave a Reply