Sebagian warga/petani Desa Sea, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang mendatangi Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Minahasa, Rabu 15 Januari 2020. Dua perwakilan petani, yakni Charles Salu dan Daniel Somba ditemani Kumtua Desa Sea, James Sangian diterima Kepala Seksi Identifikasi Pertanahan BPN Kabupaten Minahasa, Chandra Husein.
Sebagian warga/petani Desa Sea, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang mendatangi Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Minahasa, Rabu 15 Januari 2020. Dua perwakilan petani, yakni Charles Salu dan Daniel Somba ditemani Kumtua Desa Sea, James Sangian diterima Kepala Seksi Identifikasi Pertanahan BPN Kabupaten Minahasa, Chandra Husein.

Warga Mengadu ke BPN Minahasa

MINAHASA, publikreport.com – Sejumlah warga Desa Sea, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Rabu 15 Januari 2020, mendatangi Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Minahasa terkait penyerobotan lahan pertanian milik mereka. Penyerobotan tanah ini, menurut para petani penggarap itu diduga dilakukan mafia tanah. Di Kantor BPN Kabupaten Minahasa warga mempertanyakan status tanah yang sudah mereka garap sejak 40 tahun silam.

Dua perwakilan petani, yakni Charles Salu dan Daniel Somba ditemani Kumtua Desa Sea, James Sangian diterima Kepala Seksi Identifikasi Pertanahan BPN Kabupaten Minahasa, Chandra Husein.

Dari pembicaraan dengan Chandra Husein, Charles Salu mengungkapkan, BPN Kabupaten Minahasa akan menunda pembuatan sertifikat dari PT Gunung Batu Sea. Sebab, sesuai hasil identifikasi lapangan oleh BPN Minahasa, ternyata lokasi tanah tersebut sudah dikelola para petani penggarap, bahkan beberapa diantaranya telah memiliki sertifikat tanah.

“Menurut pak Chandra, sesuai hasil identifikasi lapangan ada penggarapnya. Sehingga tidak bisa dibuat sertifikat. Jadi itu masih kami (BPN) tunda pembuatan sertifikatnya,” jelas Charles mengutip perkataan Chandra.

Kepada pihak BPN dalam hal ini Chandra Husein, Charles mengungkapkan, dirinya sempat mempertanyakan soal adanya legalisir surat pembuatan sertifikat dari Notaris Jimmy Wangke SH. Namun itu dibantah oleh Chandra. Menurut Chandra, notaris tersebut tidak memiliki gambar asli.

“Notaris tidak memiliki gambar asli. Karena diduga pihak PT Gunung Batu Sea telah memalsukan gambar ke notaris,” ungkap Charles lagi-lagi mengutip penjelasan Chandra.

BACA JUGA: Mafia Tanah Serobot Lahan Petani Desa Sea

Leave a Reply