Mahasiswa Indonesia Juara Kompetisi International.
Mahasiswa yang tergabung dalam Tim Garuda UNY, Tim Sapuangin ITS, Tim Rakata ITB dan Tim Arjuna UI meraih Juara 1 dan 2 Kompetisi Internasional Inovasi Kendaraan Hemat Energi (Shell Eco-Marathon (SEM) Off-Track 2021).

Mahasiswa Indonesia Juara Kompetisi International.

PENDIDIKAN

JAKARTA, PUBLIKREPORTcom – Empat Tim Mahasiswa Indonesia dinobatkan sebagai Juara 1 dan 2 pada Kompetisi Internasional Inovasi Kendaraan Hemat Energi (Shell Eco-Marathon (SEM) Off-Track 2021). Kompetisi ini diikuti sekitar 64 tim dari 12 negara yang mendaftar di wilayan Asia Pasifik dan Timur Tengah.

Tim Garuda Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyabet Juara I pada Kategori Vehicle Design Award for UrbanConcept.

Tim Sapuangin Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Juara I pada Kategori Data dan Telemetry Award.

Tim Rakata Institut Teknologi Bandung (ITB) meraih Juara 2 pada Kategori Data dan Telemetri Award, serta Tim Arjuna Universitas Indonesia (UI) pada Kategori Safey Award.

Manajem Tim Garuda UNY, Ahmad Yoga mengatakan, timnya bisa menjadi juara karena dinilai berhasil menunjukkan pengembangan produk yang konstruktif serta menghasilkan pengurangan berat tanpa mengurangi performa kendaraan.

“Ini merupakan bekal berharga kami untuk melangkah ke depan, mengobarkan semangat tim untuk mencapai target yang lebih tinggi lagi di kompetisi yang akan datang,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Divisi Data dan Telemetri Tim Sapuangin ITS, Gilang Samudra mengatakan, timnya menjadi juara karena dinilai sukses menggunakan data telemetri, yaitu teknologi yang memungkinkan pengukuran jarak jauh dan pelaporan informasi kepada perancang atau operator sistem, dengan cermat sehingga meningkatkan optimasi strategi berkendara. Selain itu, Tim Sapuangin juga mencetak sejarah sebagai tim yang pertama kali menjuarai kategori terbaru ini di dunia.

“Kami bangga dengan pencapaian juara pertama di kategori ini. Tidak menyangka akan menjuarai Kategori Data & Telemetry Award, karena sempat mengalami kesusahan di awal perlombaan. Sebab tidak terlalu mengetahui detail spesifikasi sistem telemetri yang digunakan. Tapi, tantangan itu akhirnya bisa ditaklukkan,” jelasnya.

Presiden Direktur dan Country Chair Shell Indonesia, Dian Andyasuri memberikan selamat dan mengatakan para mahasiswa Indonesia menunjukkan semangat berinovasi yang tidak padam meski di tengah pandemi.

“Selamat kepada para tim juara dengan total 93 konsep inovasi yang kami terima dari berbagai universitas di Indonesia. Ini menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi,” ucapnya.

Melalui partisipasi tim Indonesia dalam kompetisi ini, Dian mengatakan, Shell Indonesia mendukung semangat Kampus Merdeka dengan memfasilitasi para mahasiswa untuk mengasah kemampuan sesuai bakat, minat, dan terjun langsung ke industri untuk persiapan karier masa depan mereka.

“Ini merupakan bentuk dukungan kami dalam mewujudkan pendidikan yang relevan dan berkualitas tinggi, merata dan berkelanjutan, didukung oleh infrastruktur dan teknologi,” tuturnya.