PUBLIKREPORT.com

Masyarakat Diminta Jangan Meremehkan Covid-19

“Penerapan protokol kesehatan harus dilakukan secara bersama-sama. Tidak mungkin hanya menggantungkan pada pemerintah saja. Kampanye menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan menghindari kerumunan harus dilakukan secara masif”

Reisa Broto Asmoro, Jubir Satgas Penanganan Covid-19.

JAKARTA, publikreport.com – Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Reisa Broto Asmoro meminta masyarakat untuk jangan sekali-kali meremehkan atau tidak percaya pada Covid-19 (Coronavirus Disease 2019). Bagi masyarakat yang sedang menjalani perawatan kesehatan, dimintanya agar tetap semangat dan optimis. Dan bagi yang sehat, dipesannya, tetap ingatlah selalu, lebih baik mencegah dari pada mengobati.

Dalam memerangi pandemi Covid-19 ini, Reisa mengimbau masyarakat untuk disiplin. Dalam menerapkan protokol kesehatan harus dilaksanakan tanpa terkecuali di seluruh Indonesia. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masih tetap diberlakukan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Penerapan protokol kesehatan harus dilakukan secara bersama-sama. Tidak mungkin hanya menggantungkan pada pemerintah saja. Kampanye menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan menghindari kerumunan harus dilakukan secara masif,” kata Reisa, Senin 14 September 2020.

Pemerintah sendiri, menurut Reisa, dalam beberapa pekan lalu sudah mengeluarkan berbagai upaya seperti surat edaran dan imbauan. Misalnya tentang jam kerja, jumlah pegawai dalam satu ruangan kerja termasuk peserta rapat harus dibatasi dan diatur agar physical distancing atau menjaga jarak tetap diterapkan. Pemerintah juga telah melakukan 3T yaitu testing, tracing dan treatment. Sementara masyarakat diminta untuk menerapkan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak aman dan mencuci tangan termasuk dalam lingkaran terdekat di dalam lingkungan keluarga.

“Karenanya untuk memutus rantai penyebaran harus dilakukan bersama-sama antara masyarakat dan pemerintah baik di Indonesia maupun seluruh dunia,” imbaunya.

“Warna zona bukan dibuat tanpa data, semakin kita disiplin, pandemi ini pasti akan mereda. Jadi kompak dan disiplin yuk. Dan orang Indonesia selalu bisa. Pemerintah melakukan 3T, kita semua masyarakat melakukan 3M, Indonesia pasti bisa,” ujarnya.

Fasilitas dan Tenaga Kesehatan

Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan Agus Putranto saat melakukan konferensi pers di Kantor Presiden, Senin (14/9/20), menyatakan untuk tenaga medis sudah siap bekerja termasuk bantuan tenaga relawan. Total relawan Tenaga Kesehatan Nusantara Sehat dan internship (magang) yang sudah ditempatkan ada 16.286 orang yang tersebar di rumah sakit dan laboratorium sarana kesehatan untuk melayani terkait Covid-19.

“Masih ada 3.500 dokter internship, 800 Tenaga Nusantara Sehat, dan disamping itu ada tenaga relawan 685 orang, termasuk ada dokter spesialis paru, anastesi, penyakit dalam dan tenaga kesehatan lain seperti perawat, dokter umum dan lainnya yang siap di-deploy-kan (diterjunkan), siap untuk membantu bila dibutuhkan tenaga tambahan,” jelasnya.

Pada kesiapan fasilitas kesehatan, menurutnya pemerintah telah menambah tempat isolasi pasien baik untuk gejala ringan atau yang tanpa gejala.

“Untuk yang gejala ringan di Jakarta disiapkan rumah sakit darurat Wisma Atlet Kemayoran. Disiapkan dua tower, tower 6 terdapat tempat tidur sebanyak 1.746, sudah terisi 888. Sedangkan tower 7 terdapat 2.472 tempat tidur, baru terisi 749,” katanya.

Untuk pasien tanpa gejala flat isolasi mandiri Wisma Atlet Kemayoran menyiapkan tower 4 dan 5. Tower 4 ada 2.472 tempat tidur yang belum terisi, sementara di tower 5 ada 2.472 tempat tidur baru terisi 81.

Tak hanya itu, pemerintah juga telah menyiapkan sejumlah balai pelatihan kesehatan (Bapelkes) di Jakarta maupun di Ciloto kapasitas ada 326 kamar yang bisa menampung 653 orang.

Khusus Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sendiri, Terawan menyebut sudah menyiapkan di berbagai daerah seperti di Batam, Semarang dan Makassar.

Dukungan lain, dari pihak swasta berupa hotel-hotel kelas bintang dua dan tiga di Jakarta yang siap difungsikan sebagai tempat isolasi mandiri para pasien tanpa gejala. “Ada 10 – 15 hotel dengan kapasitas 1.500 kamar, atau bisa menampung 3000 orang,” ungkapnya.

Untuk dukungan hotel-hotel itu bekerjasama dengan jaringan grup hotel Accor, Novotel, Ibis, Tauzia atau hotel Harris dan lain-lain termasuk dukungan dari hotel-hotel di berbagai provinsi dan kabupaten/kota. Dan jumlah hotel yang disiapkan kata Terawan dapat ditambah antara 15-30 hotel sesuai kebutuhan mendatang.

Lalu untuk pasien dengan gejala sedang sampai berat, khusus DKI Jakarta setelah melakukan pengamatan di lapangan, per 13 September 2020, dinilai masih mampu melakukan perawatan pasien Covid-19 karena masih ada ruang perawatan yang tersedia sebanyak 1.088 dari 4.271 tempat tidur yang ada. Dalam beberapa hari kedepan ruang isolasi akan ditambah 1.022 tempat tidur, sehingga menjadi 5.293 tempat tidur.

Untuk pasien gejala berat yang memerlukan ruang ICU, masih tersedia sebanyak 115 tempat dari 584 tempat. “Dan dalam beberapa hari kedepan dapat ditambah 138, sehingga total menjadi 722 tempat tidur,” ungkapnya.

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

20 Dubes Dilantik

Read Next

Cegah Covid-19. Peserta Pilkada Diminta Taati PKPU