PUBLIKREPORT.com

Memalak di Kios Gorengan, 2 Warga Lansot Ini Diamankan Totosik

Keterangan foto: Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Totosik Kepolisian Resort (Polres) Tomohon, Senin 16 Maret 2020, sekitar jam 00.30 WITA, mengamankan dua lelaki masing-masing berinisial FB alias Pekok (23) dan GT alias Bota (17). Keduanya tercatat warga Kelurahan Lansot, Kecamatan Tomohon Selatan, Kota Tomohon, Provinsi Sulawsi Utara (Sulut). Pekok dan Bota diamankan karena dilaporkan diduga melakukan aksi pemalakan di salah satu kios gorengan yang ada di kompleks Alfamart, Kelurahan Lansot.

INGIN BERITA DIBACAKAN: https://publikreport.com

TOMOHON, publikreport.com – Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Totosik Kepolisian Resort (Polres) Tomohon, Senin 16 Maret 2020, sekitar jam 00.30 WITA, mengamankan dua lelaki masing-masing berinisial FB alias Pekok (23) dan GT alias Bota (17). Keduanya tercatat warga Kelurahan Lansot, Kecamatan Tomohon Selatan, Kota Tomohon, Provinsi Sulawsi Utara (Sulut). Pekok dan Bota diamankan karena dilaporkan diduga melakukan aksi pemalakan di salah satu kios gorengan yang ada di kompleks Alfamart, Kelurahan Lansot.

Kami sedang melakukan patroli, kemudian mendapat laporan dari masyarakat melalui telepon, adanya kelompok anak muda yang melakukan aksi pemalakan di kios gorengan yang ada di kompleks Alfamart Lansot. Kami langsung menuju ke lokasi kejadian. Berdasarkan informasi yang kami peroleh, Pekok dan Bota yang sudah dalam keadaan mabuk, telah melakukan aksi pemalakan di kios gorengan itu. Saat kami tiba dilokasi keduanya sudah tidak ada,” jelas Kepala Tim (Katim) URC Totosik Polres Tomohon, Brigadir Kepala (Bripka) Yanny Watung.

Dengan informasi yang ada, menurut Yanny, mereka kemudian melakukan pengembangan, dan berhasil mengamankan Pekok dan Bota di rumah salah satu warga yang ada di Kelurahan Lansot.

Setelah diamankan kepada personil, Pekok mengakui pemalakan yang dilakukannya bersama Bota. Menurut Pekok saat melakukan pemalakan dirinya dan Bota sudah dipengaruhi miras (minuman keras). Gorengan yang diminta dijadikan mereka sebagai cemilan saat menenggak miras,” kata Yanny mengutib pengakuan Pekok.

Informasi yang didapatkan, Yanny mengungkapkan, Pekok diduga sudah sering melakukan aksi pemalakan dengan kata-kata ancaman kepada pemilik kios gorengan. Kata-kata ancaman seperti, jika tidak diberikan, maka gerobak kios akan dirusak.

Keduanya sudah kami serahkan ke Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Tomohon Selatan,” ujar Yanny.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Tomohon Selatan, Inspektur Satu (Iptu) Widodo membenarkan.

“Keduanya sudah diamankan di Mapolsek Tomohon Selatan, guna mempertanggung jawabkan perbuatan mereka,” katanya. | RIO YANTO

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Sajam dan Miras Jadi Atensi Kapolda Sulut

Read Next

668 Pelajar SMK di Sangihe Ikuti UNBK

Leave a Reply