Petugas menunjukkan tersangka bersinisial MA alias Memed bersama dengan barang bukti Narkoba saat rilis di Kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulut, Manado, Sulawesi Utara, Senin 15 Januari 2018. Setelah melakukan penyelidikan kiriman paket bibit ganja dari Inggris ke Gorontalo, BNN Sulut berhasil melakukan penangkapan dan menyita sejumlah barang bukti berupa 220 gram ganja kering, pupuk, mesin filter air, serta dua pohon ganja yang ditanam dengan metode hidroponik. (Foto: Antara/Adwit B Pramono)
Petugas menunjukkan tersangka bersinisial MA alias Memed bersama dengan barang bukti Narkoba saat rilis di Kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulut, Manado, Sulawesi Utara, Senin 15 Januari 2018. Setelah melakukan penyelidikan kiriman paket bibit ganja dari Inggris ke Gorontalo, BNN Sulut berhasil melakukan penangkapan dan menyita sejumlah barang bukti berupa 220 gram ganja kering, pupuk, mesin filter air, serta dua pohon ganja yang ditanam dengan metode hidroponik. (Foto: Antara/Adwit B Pramono)

Memed Tanam Ganja Secara Hidroponik di Manado

KRIMINALITAS

MANADO, publikreport.com – MA alias Memed (33) ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) karena menanam ganja secara hidroponik. Memed yang kini berstatus tersangka juga merupakan pemakai ganja aktif. Keluarganya sudah beberapa kali mau membawa Memed untuk direhablitasi di Lido Bogor, tetapi selalu meloloskan diri.

“Tersangka merakit penanaman ganja melalui metode hidroponik. Penanaman ia belajar sendiri melalui internet,” kata Kepala BNN Provinsi Sulut, Brigadir Jenderal (Brigjen) Pol Charles Ngili, Senin 15 Januari 2018.

Dari pengakuan Memed, dirinya belajar penanaman ganja di internet selama satu bulan. Tanaman ganja ini dikembangkan untuk digunakan sendiri.

“Dalam melakukan penanaman ini, keluarga tidak tahu,” kata Memed yang mengaku sudah mengenal Narkotika sejak usia 18 tahun.

Bibit ganja dipesannya, pertama lewat Surabaya dan kedua lewat Manado.

“Bibit ganja dibeli dengan harga sekitar Rp1 juta. Harganya memang bervariasi ada 16 dolar perbiji dan 20 dolar per biji,” ungkapnya.

Kasus ini terungkap berawal dari kecurigaan Bea Cukai terhadap pengiriman sekitar sembilan paket bening berisikan 12 bibit ganja dari luar negeri (Inggris). Bea Cukai kemudian berkoordinasi dengan BNN Provinsi Sulut.

Paket kiriman ini ditujukan kepada MA alias Memed dengan alamat Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo. BNN Sulut kemudian melakukan ‘controlled delivery’ terhadap paket tersebut, sesuai dengan tahap-tahap yang ada.

Saat tiba ditempat tujuan, petugas melakukan penggerebekan dan penangkapan terhadap tersangka.

Dari interogasi dilakukan petugas juga menemukan tanaman ganja yang dikembangkan tersangka dengan metode hidroponik.

BACA JUGA: Bawa Sabu Boncu Ditangkap

BACA JUGA: Pulau Terluar Jadi Sasaran Pintu Masuk Narkoba

Leave a Reply