You are currently viewing Mengenal Klenteng Ban Hin Kiong
Kelenteng Ban Hin Kiong Manado. (Foto: manadokota.go.id)

Mengenal Klenteng Ban Hin Kiong

Salah satu objek wisata di kota Manado yang memiliki daya magnetis, penuh nilai sejarah dan religi adalah klenteng Ban Hin Kiong, dibangun tahun 1819; merupakan klenteng tertua di kota Manado;  terletak di kampung Cina.

Semula bangunan klenteng yang kini berusia 194 tahun sangat sederhana; terbuat dari kayu, berdinding papan dan dinding lainnya terbuat dari bambu. bangunannya pada tahun 1839 dilengkapi dengan rumah abu (Kong Tek Su).

Kata Klenteng bukan berasal dari bahasa Tionghoa, tetapi merupakan bunyi suatu instrumen sembahyang, yang berbentuk seperti lonceng genta, yang mengeluarkan bunyi “teng.” Dari bunyi “teng” inilah kata Klenteng (Temple) berasal.

Sedangkan Ban Hin Kiong berasal dari bahasa Tionghoa. Ban artinya banyak, Hin artinya berkat yang melimpah atau kelimpahan berkat, dan Kiong artinya istana. Jadi, Ban Hin Kiong artinya istana/rumah atau tempat ibadah yang kelimpahan banyak berkat.

Klenteng Ban Hin Kiong pada 14 Maret 1970 pernah dibakar oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Kemudian atas inisiatif Nyong Loho (Soei Swie Goan) sebagai ketua Klenteng dan sekaligus sebagai ketua panitia pembangunan membangunnya kembali.

Bangunan Klenteng Ban Hin Kiong  telah beberapa kali mengalami renovasi, baik penambahan lantai yang semula hanya satu menjadi tiga  maupun penambahan luas ruangan dan halaman.

Hampir berhadapan dengan Klenteng Ban Hin Kiong terdapat 2 (dua) Klenteng lainnya, yaitu Klenteng Kwan Kong dan Klenteng Altar Agung. Klenteng Kwan Kong berjarak sekitar 20 meter, sedangkan Klenteng Altar Agung berjarak sekitar 30 meter dan bangunannya lebih kecil dari Klenteng Ban Hin Kiong.

BACA JUGA: Atraksi Tang Sin Dikawal Kawasaran

Leave a Reply