Para Calon Hukum Tua (Kumtua) Desa Dimembe, Kecamatan Matungkas, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) diminta untuk bersama-sama menjaga keamanan desa.
Para Calon Hukum Tua (Kumtua) Desa Dimembe, Kecamatan Matungkas, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) diminta untuk bersama-sama menjaga keamanan desa.

Mengundurkan Diri, Sanksi Menanti

POLITIK

AIRMADIDI, publikreport.com – Camat Dimembe, Ansye Dengah menegaskan, calon hukum tua (kumtua) yang sudah ditetapkan, tidak bisa mengundurkan diri. Jika mundur ada sanksi tegas yang akan diberikan Panitia Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut).

“Mundur dari pencalonan, harus ganti rugi sebesar 100 persen dari total biaya keseluruhan pelaksanaan Pilhut di desa,” tegasnya.

Diketahui pelaksanaan Pilhut di Kabupaten minut sudah masuk pada tahapan penetapan bakal calon yang lulus berkas administrasi.

Pilhut Desa Matungkas

Khusus di Desa Matungkas, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minut, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) panitia Pilhut, Jumat 15 November 2019, telah menetapkan tiga calon, masing-masing Adeleida Sengkeh, Alfian Mailoor dan Novieta Tangkudung.

Dari tiga ribuan pemilih, hanya tiga orang ini yang berani mengambil sikap untuk memajukan desa enam tahun ke depan,” kata Ansye Dengah yang juga merupakan Panitia Pilhut Pemerintah Kabupaten Minut.

Kepada para Calon Kumtua yang telah ditetapkan, Ansye berharap, agar bersama-sama dengan Polri (Kepolisian Negara Republik Indonesia) dan TNI (Tentara Nasional Indonesia) menjaga keamanan desa.

Sekali lagi saya minta jaga keamanan bersama selama Pilhut. Perangkat desa, BPD (Badan Permusyawaratan Desa) dan Panitia Pilhut juga harus netral dalam menjalankan tugas,” serunya.

BACA JUGA: Calon Kumtua Harus Siap Kalah dan Menang

Leave a Reply