Mimpi Menyapa Dunia
Kendaraan hias (Float) Kota Tomohon pada Tomohon International Flower Festival (TIFF).

Mimpi Menyapa Dunia

Mimpi menurut laman Wikipedia Bahasa Indonesia adalah pengalaman bawah sadar yang melibatkan penglihatan, pendengaran, pikiran, perasaan, atau indra lainnya dalam tidur, terutama saat tidur yang disertai gerakan mata yang cepat (rapid eye movement/REM sleep)

Kejadian dalam mimpi biasanya mustahil terjadi dalam dunia nyata, dan di luar kuasa pemimpi. Pengecualiannya adalah dalam mimpi yang disebut lucid dreaming. Dalam mimpi demikian, pemimpi menyadari bahwa dia sedang bermimpi saat mimpi tersebut masih berlangsung, dan kadang-kadang mampu mengubah lingkungan dalam mimpinya serta mengendalikan beberapa aspek dalam mimpi tersebut.

Pemimpi juga dapat merasakan emosi ketika bermimpi, misalnya emosi takut dalam mimpi buruk. Ilmu yang mempelajari mimpi disebut oneirologi.

Mimpi terjadi pada tahap kecepatan pergerakan mata ketika tidur, dimana aktivitas otak tinggi dan seolah-olah dalam keadaan terbangun. Panjangnya mimpi bervariasi, minimal beberapa detik, atau sekitar 20-30 menit. Pendapat mengenai makna mimpi bervariasi berdasarkan waktu dan budaya. Kebanyakan penggemar Teori Freud setuju dengan makna penglihatan dalam mimpi merupakan penampakan dari hasrat dan emosi yang tersembunyi. Beberapa teori lain menunjukkan bahwa mimpi merupakan tahap pembentukan memori, penyelesaian masalah, atau sekedar produk dari aktivasi otak.

***

Kota Tomohon dan beberapa daerah di Sulawesi Utara (Sulut) bahkan Indonesia sedang merajut mimpi di sektor pariwisata, yakni meningkatkan pendapatan daerah dengan mengoptimalkan potensi wisata yang dimiliki.

Tomohon yang berotonom pada tahun 2003 lalu, terus dikampanyekan oleh Pemerintah Kota Tomohon tentang kepariwisataan. Salah satu tagline Kota Tomohon adalah Kota Bunga. Sementara potensi wisata yang dimiliki seakan hanya merupakan pendukung, sehingga setiap tahun digelar Tomohon International Flower Festival (TIFF).

Sayangnya, Pemerintah Kota Tomohon seakan hanya ‘berkampanye’ sektor pariwisata. Sementara pembenahan, terkait infrastruktur dan suprastruktur terkesan masih setengah hati. Terutama dalam peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) kepariwisataan. Juga belum nampak keseriusan untuk membuka pusat-pusat souvenir/cenderamata khas daerah bagi wisatawan maupun pusat informasi pariwisata.

Pasangan Walikota dan Wakil Walikota Tomohon, Jimmy Feidie Eman dan Syerly Adelyn Sompotan memenangkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2015 dengan tagline EMAS (e-government, merubah wajah kota, akselerasi pembangunan dan smart city). Jargon EMAS ini terutama merubah wajah kota, akselerasi pembangunan dan smart city sangat dekat dengan pengoptimalan dunia pariwisata di Kota Tomohon.

BACA JUGA: TIFF 2018 Usai dan Tak Berbekas